BAB I Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Pralansia (usia 40–59 tahun) rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis
dalam masa transisi menuju usia lanjut, seperti kecemasan terhadap masa depan,
hilangnya peran sosial, ketidakpastian di masa tua, serta perasaan kehilangan
makna hidup. Terbatasnya dukungan intervensi psikologis bagi pralansia menjadi
latar belakang perancangan aplikasi RIMA, aplikasi reflektif berbasis Cognitive
Behavioural Therapy (CBT). Aplikasi ini bertujuan untuk membantu pengguna
dalam mengenali, mengevaluasi, serta menata kembali pikiran atau emosi negatif
melalui proses refleksi harian yang sederhana namun terstruktur, sehingga dapat
dilakukan secara mandiri mengikuti kemampuan dan ritme personal pengguna,
sekaligus mendukung kesiapan mental pralansia menuju usia lanjut.
Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking yang mencakup lima tahap
utama. Pada tahap empathize dan define, dilakukan studi literatur, studi komparasi
aplikasi sejenis, analisis kuesioner, serta wawancara ahli untuk mengidentifikasi
tantangan dan kebutuhan psikologis pralansia. Tahap ideate menghasilkan gagasan
fitur utama aplikasi, mencakup Jurnal Pikiran dan Catatan Makna, yang dirancang
saling terintegrasi untuk mendukung proses restrukturisasi kognitif dan penguatan
makna hidup. Pada tahap prototype, tampilan antarmuka disusun dengan prinsip
keterbacaan tinggi, navigasi sederhana, serta visual yang ramah bagi pengguna
pralansia. Tahap testing dilakukan melalui uji coba prototipe untuk mengevaluasi
kegunaan (usability) dan pengalaman pengguna (user experience), yang menjadi
dasar untuk umpan balik serta rekomendasi pengembangan lanjutan aplikasi.
Pengujian prototipe dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) dan
User Experience Questionnaire Short (UEQ-S), dengan melibatkan pengguna
pralansia. Hasil evaluasi menunjukkan skor SUS sebesar 71, yang berada dalam
kategori “acceptable”, serta nilai rata-rata positif pada kedua dimensi UEQ-S, yaitu
pragmatic quality dan hedonic quality. Temuan ini mengindikasikan bahwa
aplikasi RIMA dinilai mudah digunakan, bermanfaat, dan menyenangkan.
Umpan balik pengguna menegaskan bahwa fitur-fitur yang tersedia relevan dan
mudah dipahami, namun terdapat saran pengembangan untuk mengoptimalkan
fungsi aplikasi. Beberapa di antaranya meliputi penambahan fitur pendamping
berbasis AI, elemen gamifikasi, opsi personalisasi tampilan, serta integrasi dengan
lembaga terkait untuk meningkatkan keterlibatan dan keberlanjutan penggunaan.
Penelitian lanjutan disarankan difokuskan pada pengujian efektivitas aplikasi dalam
jangka panjang, khususnya terhadap penurunan kecemasan, peningkatan resiliensi,
dan kesiapan mental pralansia dalam menghadapi masa tua.
Perpustakaan Digital ITB