digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB I Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V Hanna Sofia Napitupulu [27123021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Pralansia (usia 40–59 tahun) rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis dalam masa transisi menuju usia lanjut, seperti kecemasan terhadap masa depan, hilangnya peran sosial, ketidakpastian di masa tua, serta perasaan kehilangan makna hidup. Terbatasnya dukungan intervensi psikologis bagi pralansia menjadi latar belakang perancangan aplikasi RIMA, aplikasi reflektif berbasis Cognitive Behavioural Therapy (CBT). Aplikasi ini bertujuan untuk membantu pengguna dalam mengenali, mengevaluasi, serta menata kembali pikiran atau emosi negatif melalui proses refleksi harian yang sederhana namun terstruktur, sehingga dapat dilakukan secara mandiri mengikuti kemampuan dan ritme personal pengguna, sekaligus mendukung kesiapan mental pralansia menuju usia lanjut. Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking yang mencakup lima tahap utama. Pada tahap empathize dan define, dilakukan studi literatur, studi komparasi aplikasi sejenis, analisis kuesioner, serta wawancara ahli untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan psikologis pralansia. Tahap ideate menghasilkan gagasan fitur utama aplikasi, mencakup Jurnal Pikiran dan Catatan Makna, yang dirancang saling terintegrasi untuk mendukung proses restrukturisasi kognitif dan penguatan makna hidup. Pada tahap prototype, tampilan antarmuka disusun dengan prinsip keterbacaan tinggi, navigasi sederhana, serta visual yang ramah bagi pengguna pralansia. Tahap testing dilakukan melalui uji coba prototipe untuk mengevaluasi kegunaan (usability) dan pengalaman pengguna (user experience), yang menjadi dasar untuk umpan balik serta rekomendasi pengembangan lanjutan aplikasi. Pengujian prototipe dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire Short (UEQ-S), dengan melibatkan pengguna pralansia. Hasil evaluasi menunjukkan skor SUS sebesar 71, yang berada dalam kategori “acceptable”, serta nilai rata-rata positif pada kedua dimensi UEQ-S, yaitu pragmatic quality dan hedonic quality. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi RIMA dinilai mudah digunakan, bermanfaat, dan menyenangkan. Umpan balik pengguna menegaskan bahwa fitur-fitur yang tersedia relevan dan mudah dipahami, namun terdapat saran pengembangan untuk mengoptimalkan fungsi aplikasi. Beberapa di antaranya meliputi penambahan fitur pendamping berbasis AI, elemen gamifikasi, opsi personalisasi tampilan, serta integrasi dengan lembaga terkait untuk meningkatkan keterlibatan dan keberlanjutan penggunaan. Penelitian lanjutan disarankan difokuskan pada pengujian efektivitas aplikasi dalam jangka panjang, khususnya terhadap penurunan kecemasan, peningkatan resiliensi, dan kesiapan mental pralansia dalam menghadapi masa tua.