digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT. Batur Artha Yulis merupakan perusahaan manufaktur berbasis proyek yang bergerak di bidang produk besi dan konstruksi, yang saat ini masih menjalankan sebagian besar proses bisnisnya secara manual dan berbasis komunikasi informal seperti WhatsApp. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai permasalahan operasional, antara lain keterlambatan proses penawaran, tidak adanya visibilitas progres produksi secara real-time, duplikasi dan inkonsistensi data, serta rendahnya transparansi informasi bagi pelanggan. Dari sisi pelanggan, kondisi ini menimbulkan ketidakpastian terhadap status pesanan, keterlambatan konfirmasi, dan pengalaman layanan yang kurang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan operasional dan customer experience yang ada, serta merancang solusi transformasi digital yang terintegrasi dengan menggunakan kerangka kerja Digital Transformation Orchestra (DTO) dan pendekatan Design Thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam kepada manajemen internal dan pelanggan eksternal, serta data sekunder dari dokumen perusahaan dan literatur terkait. Analisis dilakukan melalui pemetaan proses bisnis, customer journey, analisis tematik, dan perumusan solusi berbasis ideation dan prototyping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan utama terletak pada ketiadaan sistem terintegrasi yang menghubungkan fungsi penjualan, produksi, gudang, dan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan sebuah ekosistem digital terintegrasi yang terdiri dari ERP sebagai tulang punggung operasional, CRM untuk pengelolaan pelanggan dan penawaran, database terpusat untuk pesanan dan desain, sistem pelacakan pesanan internal dan eksternal, serta dashboard KPI sebagai alat monitoring kinerja. Selain itu, program pelatihan dan pendampingan staf juga dirancang untuk memastikan keberhasilan adopsi sistem. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berdampak pada peningkatan efisiensi operasional dan akurasi data, tetapi juga secara signifikan meningkatkan transparansi, koordinasi antar departemen, serta kualitas pengalaman pelanggan. Dengan implementasi yang konsisten dan bertahap, PT. Batur Artha Yulis memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada pelanggan.