digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan dalam menerjemahkan visi strategis ke dalam pelaksanaan operasional yang terstruktur dan konsisten. Keterbatasan sumber daya, tingkat kematangan manajerial yang beragam, serta proses perencanaan yang cenderung informal menyebabkan kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keselarasan antar fungsi, kurangnya kejelasan prioritas, serta kesulitan dalam memantau capaian kinerja secara terintegrasi. Dalam konteks tersebut, Objectives and Key Results (OKR) muncul sebagai kerangka manajemen kinerja yang adaptif dan berorientasi pada tujuan. Namun, implementasi OKR di lingkungan UKM tidak selalu berjalan efektif karena sering kali dirancang tanpa mempertimbangkan konteks organisasi, kesiapan pengguna, dan dinamika pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi sistem Objectives and Key Results (OKR) yang kontekstual dan dapat dioperasikan secara efektif oleh UKM melalui pendekatan Design Thinking. Design Thinking digunakan sebagai kerangka perancangan karena menekankan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta proses iteratif dalam pengembangan solusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif terapan dengan studi kasus pada Twostrap sebagai representasi UKM. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur dengan pemangku kepentingan kunci, observasi aktivitas organisasi, analisis dokumen internal, lokakarya kolaboratif, serta pengumpulan umpan balik pasca implementasi prototipe sistem OKR. Proses perancangan sistem OKR dilakukan melalui lima tahapan Design Thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tahap empathize difokuskan pada eksplorasi pengalaman dan tantangan pemangku kepentingan dalam pengelolaan tujuan dan kinerja. Tahap define merumuskan permasalahan inti terkait keselarasan strategis. Tahap ideate menghasilkan alternatif desain sistem OKR yang relevan dengan konteks UKM. Selanjutnya, prototipe sistem OKR dikembangkan dan diuji secara terbatas. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menilai persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan dari perspektif pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Design Thinking memungkinkan integrasi perspektif pemangku kepentingan ke dalam perancangan sistem OKR, sehingga memperkuat keselarasan antara tujuan strategis dan aktivitas operasional sehari-hari. Evaluasi menunjukkan bahwa sistem OKR yang dirancang dipersepsikan relevan, mudah dipahami, dan mendukung kejelasan arah strategis, akuntabilitas, serta koordinasi lintas fungsi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa model perancangan dan evaluasi sistem OKR yang human-centered dan aplikatif bagi UKM, serta kontribusi akademik dengan memperkaya kajian mengenai adopsi OKR melalui pendekatan Design Thinking dalam konteks organisasi berskala kecil dan menengah.