digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Laporan TA
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha Ringkasan

Penelitian ini menginvestigasi potensi mineral alami, yaitu tanah liat (clay) dan kuarsa, sebagai adsorben untuk menghilangkan ion nikel (Ni2+) dari air. Dengan posisi Indonesia sebagai produsen nikel global yang signifikan, isu pencemaran logam berat di badan air sekitar area pertambangan menjadi krusial. Mineralmineral ini melimpah di daerah pertambangan nikel, seperti Pulau Obi, dan diketahui memiliki kemampuan adsorpsi. Studi ini mengevaluasi kinerja adsorpsi kedua mineral dan campurannya terhadap konsentrasi nikel terlarut. Hasil uji karakteristik fisik menunjukkan bahwa baik tanah liat maupun kuarsa efektif dalam menurunkan konsentrasi nikel, yang terbukti dari penurunan konduktivitas air secara signifikan. Pengukuran pada sampel yang diuji dengan tanah liat menunjukkan penurunan konduktivitas rata-rata sebesar 21,875 µS/cm selama 120 menit. Selama periode kontak 120 menit, tanah liat mampu menurunkan konsentrasi nikel terlarut dari 60 hingga 500 µg/L, sedangkan kuarsa hanya mampu menurunkan dari 0,5 hingga 117 µg/L. Kapasitas adsorpsi tanah liat pada waktu optimum (120 menit) jauh lebih tinggi (13,495 µg/g) dibandingkan dengan kuarsa (2,717 µg/g), sejalan dengan mekanisme adsorpsi yang dominan pada masingmasing mineral. Kombinasi tanah liat dan kuarsa juga menunjukkan hasil yang bervariasi; campuran 50% tanah liat dan 50% kuarsa memiliki kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 14,728 µg/g.