Raw mill di Pabrik Tuban II PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menggunakan electrostatic precipitator (EP) sebagai alat pengendali pencemaran udara. Karakteristik gas buang yang diperoleh dari proses raw mill dan kiln membuat EP tidak berfungsi secara maksimal karena terjadi fluktuasi kualitas dan kuantitas pasokan bahan baku. Terbentuknya gas karbon monoksida (CO) dari proses prekalsinasi di kiln yang terbawa oleh gas buang menimbulkan resiko EP terbakar dan meledak. Tingginya temperatur inlet EP yang dipengaruhi oleh gas buang dari kiln menyebabkan resistivitas partikulat meningkat dan berdampak pada menurunnya efisiensi EP. Susunan transformer-rectifier (T/R) merupakan salah satu kelemahan yang dimiliki EP pada bagian raw mill Pabrik Tuban II karena memilki komposisi yang memberikan beban lebih besar pada T/R kompartemen 2 dan 3. Berdasarkan permasalahan tersebut, dipilih alternatif desain berupa Pulse Jet Compartmented Baghouse Filter. Debit yang digunakan untuk perancangan adalah 1.977.380,137 m3/jam. Bahan bag yang dipilih adalah fiber P84 karena memiliki efisiensi tinggi yaitu 99,997% dan mampu menangani gas buang dengan temperature tinggi. Berdasarkan hasil perancangan, baghouse filter terdiri dari 12 kompartemen dan 4200 bag. Gas buang yang telah diolah akan dilepas ke udara ambien melalui cerobong dengan diameter 5,7 m dan tinggi 56 m.
Perpustakaan Digital ITB