Penelitian tugas akhir ini, yang dilakukan oleh Jonathan Friedrich Saragi dari ITB pada Agustus 2025, bertujuan untuk menginvestigasi potensi clay (tanah liat) dan kuarsa sebagai adsorben untuk menghilangkan ion nikel (Ni2+) dari air limbah pertambangan nikel buatan. Mengingat Indonesia sebagai produsen nikel global, pencemaran logam berat di perairan sekitar pertambangan menjadi isu penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik clay maupun kuarsa efektif menurunkan konsentrasi nikel, dibuktikan dengan penurunan konduktivitas air. Clay menunjukkan penurunan konduktivitas rata-rata sebesar 21.875 μS/cm selama 120 menit dan mampu menurunkan konsentrasi nikel terlarut lebih signifikan dibandingkan kuarsa. Kombinasi clay dan kuarsa juga menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan campuran 50% clay dan 50% kuarsa memiliki kapasitas adsorpsi tertinggi.