Nitrogen dioksida (NO2) diketahui berperan dalam meningkatkan gangguan
pernapasan pada anak hingga dapat menyebabkan kematian. Untuk memperoleh
ukuran risiko yang lebih akurat, diperlukan pendekatan epidemiologi berbasis studi
prospective cohort yang dirancang secara kontekstual. Kebutuhan ini muncul
karena studi sebelumnya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti
minimnya stasiun pemantauan kualitas udara, belum tersedianya basis data
kesehatan yang memadai, potensi bias akibat variabel perancu yang tidak
dikendalikan, serta ketiadaan sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan di
tingkat komunitas. Pendekatan cohort yang kuat dan terintegrasi dengan
pemantauan pajanan NO2 secara spasial-temporal akan memungkinkan estimasi
risiko kesehatan yang lebih presisi pada anak usia sekolah dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NO2 dan kejadian
gangguan pernapasan anak selama satu tahun di dua wilayah dengan karakteristik
berbeda, yaitu daerah perkotaan (Kecamatan Cibeunying Kidul dan Kiaracondong,
Kota Bandung) serta daerah pedesaan (Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung),
Provinsi Jawa Barat. Pengukuran konsentrasi NO2 dilakukan dengan menggunakan
diffusion tube passive sampler. Penggunaan passive sampler memiliki keunggulan
karena memungkinkan pemetaan distribusi spasial pajanan NO2 secara lebih
representatif selama periode pengukuran tertentu, sehingga memberikan informasi
yang lebih relevan untuk evaluasi dampak kesehatan. Pemantauan dilakukan pada
43 titik di wilayah perkotaan dan 30 titik di wilayah pedesaan. Setiap sampel
mewakili pajanan selama tujuh hari, dan pengambilan sampel dilakukan setiap
minggu selama satu tahun. Data kesehatan dikumpulkan dari 1.717 anak sekolah
dasar (842 anak perkotaan dan 875 anak pedesaan) melalui pemantauan mingguan
gejala serangan asma dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) oleh guru kelas
dan guru UKS yang telah dilatih, menggunakan pendekatan community-based
surveillance. Data konsentrasi NO2 dianalisis secara spasial menggunakan metode
Inverse Distance Weighted (IDW) pada resolusi 30 m × 30 m dengan perangkat
lunak QGIS untuk memetakan distribusi pajanan. Analisis statistik dilakukan untuk
menguji signifikansi hubungan antara pajanan NO2 dan serangan asma pada anak.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan konsentrasi NO2 yang signifikan
antara wilayah perkotaan (113,53 ± 6,98 ?g/m3
) dan pedesaan (59,14 ± 12,34
?g/m3
). Wilayah perkotaan memiliki konsentrasi NO2 yang lebih tinggi, terutama
pada musim kemarau yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño, sementara di
wilayah pedesaan konsentrasi cenderung lebih rendah meskipun terdapat
pembakaran jerami musiman. Kebiasaan membuka jendela saat cuaca panas
meningkatkan pajanan anak terhadap udara luar. Korelasi antara pajanan NO2 dan
kejadian ISPA ditemukan lebih kuat di wilayah perkotaan, khususnya pada minggu
kedua setelah pajanan, sedangkan di pedesaan korelasi lebih menonjol pada minggu
pertama. Di wilayah perkotaan, analisis menunjukkan Relative Risk (RR) serangan
asma sebesar 1,059, sedangkan analisis survival menghasilkan Hazard Ratio (HR)
sebesar 1,007 per peningkatan 1 ?g/m3
. Di wilayah pedesaan, HR tercatat sebesar
1,002. Meskipun nilai HR relatif kecil, temuan ini mengindikasikan adanya
kecenderungan peningkatan risiko serangan asma secara konsisten seiring
meningkatnya pajanan NO2. Selain itu, RR ISPA di wilayah perkotaan tercatat
sebesar 1,31.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan
pemantauan gangguan pernapasan berbasis komunitas melalui pelibatan sekolah
dasar, serta mengisi kekosongan data longitudinal tentang pajanan NO2 dan
kesehatan anak di negara berkembang. Kebaruan dari studi ini terletak pada
integrasi antara metode passive sampling yang dimodelkan secara spasial dengan
resolusi tinggi, pemantauan kesehatan berbasis komunitas (community-based
surveillance), dan pemetaan spasial risiko pajanan NO2 secara mingguan
mempertimbangkan keterwakilan alamat. Selain itu, penelitian ini membangun
basis data cohort yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sistem peringatan
dini penyakit terkait polusi udara. Secara keseluruhan, hasil studi ini menyumbang
pada penguatan kajian hubungan antara kualitas udara ambien dan kesehatan anak
di wilayah tropis serta menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pengendalian
kualitas udara yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.
Perpustakaan Digital ITB