Article Details

PRODUKSI SILASE PROBIOTIK TINGGI MELALUI OPTIMASI HYDROTHERMAL PRE-TREATMENT DAN FERMENTASI LEMNA AEQUINOCTIALIS WELW. MENGGUNAKAN BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM

Oleh   Dara Amalia [11216024]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ahmad Faizal, S.Si., M.Si.;Neil Priharto, S.Si., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek : Technology
Kata Kunci : Lemna aequinoctialis, Lactobacillus plantarum, Hydrothermal, Fermentasi, Silase
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 08 Apr 2022

Generic placeholder image
COVER Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 1 Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
DAFTAR Dara Amalia

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Ketersediaan pakan ternak baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas masih menjadi permasalahan bagi peternakan sapi. Tumbuhan duckweed dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini karena ketersediaannya yang melimpah dan kadar nutrisinya yang tinggi. Pakan berbasis tumbuhan duckweed dapat ditingkatkan kualitasnya dengan proses fermentasi asam laktat menggunakan bakteri dan/atau perlakuan hydrothermal. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi silase probiotik tinggi melalui fermentasi tumbuhan duckweed, Lemna aequinoctialis, menggunakan bakteri asam laktat, Lactobacillus plantarum, dan dengan perlakuan hydrothermal. L. aequinoctialis diberi perlakuan hydrothermal menggunakan autoklaf selama 10, 15, atau 20 menit. Kadar lignoselulosa, pati, dan glukosa yang dihasilkan kemudian diukur. Sistem fermentasi L. aequinoctialis dilakukan secara anaerob pada suhu 37? selama 48 jam. Kadar glukosa, jumlah sel bakteri, kadar asam laktat, kadar lignoselulosa, pati, protein, dan air diukur pada akhir fermentasi. Hasil menunjukkan bahwa pre-treatment yang dilakukan mampu mendegradasi pati, selulosa, serta hemiselulosa menjadi glukosa. Kadar glukosa tertinggi (584,26 ppm) didapatkan setelah pre-treatment selama 15 menit. Fermentasi L. aequinoctialis dengan pre-treatment dapat meningkatkan kadar protein pada silase hingga 2 kali (24,81 %dw). Silase yang diproduksi juga memiliki kandungan probiotik dan asam laktat yang tinggi sebesar 7,6 x 106 CFU/mL dan 2.717,4 ppm. Dengan demikian, perlakuan hydrothermal dan fermentasi asam laktat dapat meningkatkan kualitas silase dari L. aequinoctialis.