digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dengan pandemi yang saat ini melanda setiap jenis bisnis di Indonesia dan Dunia pada umumnya, penggunaan internet telah meningkat 47% dari penggunaan biasa sebelum pandemi. Hal ini membuat pelaku usaha kecil dan menengah kehilangan peluang untuk meraup untung dari barangnya jika tidak terkoneksi dengan internet. Jadi sekarang banyak bisnis yang secara bertahap beralih ke platform media sosial untuk menunjukkan produk mereka dan memulai bisnis mereka secara digital. Asa Project adalah Studio Fotografi Produk yang memulai usahanya karena pandemi dan berusaha membantu bisnis yang membutuhkan alternatif yang lebih murah untuk fotografi produk karena kebutuhan mereka dalam menghasilkan visual berkualitas yang dapat menjual barang-barangnya. Karena itu, Asa Project harus dengan cepat membuat tanda di pasar untuk mendapatkan kesadaran klien. Setelah melakukan wawancara mendalam dengan para pesaing dan menganalisis perusahaan baik secara internal maupun eksternal, temuan dari analisis tersebut adalah bahwa Asa Project masih perlu mengembangkan strategi pemasarannya, karena belum maksimal pada posisinya saat ini, dan Asa Project perlu tahu apa kelemahan mereka untuk menciptakan peluang yang lebih baik bagi perusahaan mereka. Data yang diberikan dari matriks SWOT menunjukkan apa yang masih dapat ditingkatkan oleh Asa Project untuk membuat strategi pemasaran yang lebih baik. Strategi terbaik untuk Asa Project adalah membuat matriks TOWS dan mengetahui aspek perusahaan apa yang perlu ditingkatkan dan diganti. Dan menggunakan bauran pemasaran untuk membuat rencana yang lebih matang untuk memasarkan Merek itu sendiri, dan Asa Project dapat dengan mudah menentukan dan mencari pasar mereka sendiri.