Article Details

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SAMPO DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIKETOMBE TERHADAP MALASSEZIA FURFUR

Oleh   Vinaya Margayu [10716089]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Yeyet Cahyati Soemirtapura; Dr. apt. Tri Suciati, M.Si. ; Dr. apt. Rika Hartati, M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Curcuma xanthorrhiza, dandruff, Malassezia, Malassezia furfur, shampoo
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 14:08:31

Malassezia furfur merupakan jamur oportunis yang termasuk mikroflora kulit, jamur ini seringkali ditemukan pada rambut berketombe. Salah satu senyawa aktif yang telah diketahui memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan Malassezia sp. adalah xantorizol yang merupakan senyawa identitas rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula sampo antiketombe dari ekstrak temulawak. Cakupan penelitian terdiri dari kajian literatur terkait formulasi liquid cream shampoo secara umum, penentuan aktivitas antijamur dari ekstrak, evaluasi umum sampo, penentuan aktivitas sampo antiketombe, potensi iritasi okular dan dermal dari bahan yang digunakan, serta potensi timbulnya bekas warna dari ekstrak dan solusinya. Tahapan percobaan yang telah dilakukan meliputi karakterisasi simplisia, penyiapan dan penapisan fitokimia ekstrak etanol rimpang temulawak, identifikasi mikroskopik jamur M. furfur, optimasi proses dan formula basis sampo secara kualitatif, dan uji simulasi warna ekstrak dalam sampo secara kualitatif. Dari hasil karakterisasi simplisia didapatkan didapatkan adanya butir amilum, parenkim korteks, berkas pengangkut, serabut sklerenkim, dan jaringan gabus pada pengujian mikroskopik, kadar air 5,00±0,00%, kadar sari larut air 15,44±0,54%, kadar sari larut etanol 21,28±0,42%, kadar abu total 5,63±0,15%, dan susut pengeringan 2,86±2,83%. Pada ekstrak etanol rimpang temulawak terdeteksi flavonoid, kuinon, dan triterpenoid. Formula basis liquid cream shampoo yang memiliki homogenitas dan kekentalan yang paling baik terdiri dari 20% SLES, 3% CAPB, 3% NaCl, 2% glikol distearat, 2% dimetikon, namun busa yang dihasilkan belum memuaskan. Dari optimasi proses dengan ultraturrax didapat hasil yang optimum pada kecepatan 8000 rpm selama 10 menit. Tidak ditemukan data hasil penelitian aktivitas antijamur ekstrak rimpang temulawak terhadap Malassezia furfur, hanya ditemukan data aktivitas antijamur dari isolat dengan MIC 1,25 µg/mL dan MFC 5 µg/mL. Bahan-bahan sampo yang digunakan pada penelitian memiliki potensi iritasi mata dan kulit yang rendah.