Article Details

L-PROLIN SEBAGAI AGEN EUTEKTIK UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN ASAM MEFENAMAT DAN GARAM MEFENAMAT

Oleh   Arini Rachma Hakiki [10716070]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ilma Nugrahani, M.Si., Apt.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : asam mefenamat, natrium mefenamat, kalium mefenamat, L-prolin, eutektik, neat grinding, kelarutan.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-25 13:57:56

Asam mefenamat merupakan NSAID turunan asam antranilat yang digunakan dalam penanganan nyeri jangka pendek. Asam mefenamat termasuk zat aktif dengan kelarutan yang buruk, dan untuk meningkatkan efikasinya, kelarutan dari asam mefenamat perlu ditingkatkan. Salah satu metode untuk meningkatkan kelarutan adalah pembentukan campuran eutektik antara zat aktif dengan koformer. Dalam penelitian ini, dilakukan pengamatan pembentukan campuran eutektik antara asam mefenamat beserta garam-garamnya dengan L-prolin sebagai koformer, dan diprediksikan peningkatan kelarutannya. Pertama, dibuat garam natrium dan kalium dari asam mefenamat. Kemudian, dibentuk campuran eutektik dengan metode neat grinding antara asam mefenamat dan kedua garam mefenamat dengan L-prolin sebagai koformer. Garam yang terbentuk, serta ketiga sistem biner yang terbentuk, dikarakterisasi menggunakan metode elektrotermal, FT-IR, dan DTA/TG. Setelahnya, dilakukan studi pustaka untuk memprediksikan peningkatan kelarutan dari ketiga sistem biner yang terbentuk. Analisis elektrotermal dan FT-IR yang dilakukan pada kedua garam yang terbentuk mengonfirmasi terbentuknya natrium mefenamat dan kalium mefenamat. Analisis elektrotermal pada ketiga sistem biner yang terbentuk menunjukkan bahwa terbentuk sistem eutektik antara ketiga zat aktif dengan L-prolin pada perbandingan molar 4:6 untuk campuran MFA-LPR dan NaMFA-LPR, serta 6:4 untuk campuran KMFA-LPR. Pembentukan campuran eutektik dikonfirmasi oleh analisis FT-IR yang tidak menunjukkan terbentuknya puncak baru. Analisis DTA-TG menunjukkan campuran eutektik MFA-LPR (1:1) mengalami penurunan titik leleh hingga 174,2°C, NaMFA-LPR (1:1) hingga 116,2°C and 124°C, and KMFA-LPR (1:1) hingga 126,3°C. Kajian pustaka menunjukkan bahwa L-prolin sebagai koformer berpotensi baik untuk meningkatkan kelarutan asam mefenamat, sodium mefenamat, dan kalium mefenamat. Disimpulkan bahwa terbentuk campuran eutektik antara asam mefenamat, natrium mefenamat, dan kalium mefenamat dengan L-prolin, dan pembentukan campuran eutektik berpotensi dapat meningkatkan kelarutan dari zat aktif bersangkutan.