Article Details

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK BISNIS START-UP : STUDI KASUS STAY DRINKS

Oleh   Erfan Syahid Azhari [29117460]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dona Saphiranti S.Ds., MT
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Bisnis minuman, Strategi Pemasaran, Konsumen, Kompetitor, Analisis STP, Analisis SWOT,Analisis Porter Five Force, Benchmarking, Marketing Mix 4P
Sumber : STAY DRINKS
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-06-14 15:03:23

Industri makanan dan minuman, terutama bisnis minuman menawarkan air sebagai bahan baku utama. Industri minuman di Indonesia terbagi ke dalam jenis minuman beralkohol dan non-alkohol. Teh mendominasi penjualan minuman non-alkohol di Indonesia dari segi volume, dengan jumlah 2,26 juta liter dan memiliki nilai total penjualan sebesar 2,1 juta dolar, pada tahun 2015. Stay Drinks merupakan bisnis start-up yang berkecimpung dalam industri minuman, dan berdiri sejak bulan Agustus 2018. Stay Drinks terletak di Jalan Solontongan No. 20 C, Bandung dan menawarkan minuman yang sedang populer pada saat ini, salah satunya minuman berbahan dasar teh. Selain menawarkan produk minuman, Stay Drinks juga memiliki tujuan untuk mendukung terbentuknya komunitas besar di masa depan yang dihasilkan oleh para generasi muda, dengan menyediakan outlet yang dapat memenuhi kebutuhan mereka akan tempat belajar di luar jam sekolah atau kuliah, dan untuk hiburan.Saat ini, bisnis makanan dan minuman tergolong ke dalam industri yang diklasifikasikan sebagai zona merah, karena industri tersebut memiliki tingkat persaingan tinggi, banyaknya jumlah produk di pasaran, dan terdapat persamaan dalam segmentasi konsumen. Stay Drinks tergolong bisnis baru dan belum begitu dikenal oleh banyak konsumen. Oleh karena itu, penting bagi Stay Drinks untuk merumuskan strategi pemasaran dalam rangka meningkatkan brand awareness dan penjualan produknya, agar dapat bersaing dalam industri minuman, khususnya di Bandung. Penelitian ini terdiri dari berbagai tahap yang dirumuskan ke dalam kerangka pemikiran, yang berisikan analisis eksternal (Porter Five Force, analisis terhadap konsumen dan kompetitor), dan analisis internal (analisis STP dan Marketing mix 4P). Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini, yaitu data primer yang bersumber dari metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, dan metode kuantitatif dari kuesioner. Data sekunder berasal dari penelusuran jurnal ilmiah, buku, internet, dan data internal. Selanjutnya, strategi pemasaran Stay Drinks dapat dirumuskan berdasarkan solusi bisnis yang berisikan analisis lebih lanjut mengenai konsumen dan kompetitor, SWOT, Benchmarking, dan Marketing mix 4P. Pada akhirnya, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi terhadap rekan bisnis untuk menyelenggarakan acara atau bazaar, melakukan kerjasama dengan influencer dan food vlogger, mempertahankan promosi yang talah dilakukan, seperti diskon dan minuman gratis, meluncurkan produk baru yang disertai dengan kustomisasi, menambahkan alat promosi lainnya, yang berisikan konten unik seperti pengadaan kompetisi.