Article Details

EFEKTIVITAS PEMECAH GELOMBANG TERENDAM BERBENTUK TRAPESIUM DAN SINUSOIDAL DALAM MEREDUKSI AMPLITUDO GELOMBANG

Oleh   Muh Fadhel Atras [10115073]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ikha Magdalena S.Si.,M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Matematika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : pemecah gelombang terendam, koefisien transmisi, efektivitas, shallow water equation.
Sumber :
Staf Input/Edit : Dwi Ary Fuziastuti  
File : 2 file
Tanggal Input : 2019-05-16 13:48:00

Generic placeholder image
COVER Muh Fadhel Atras

Generic placeholder image
PUSTAKA Muh Fadhel Atras


Pemecah gelombang terendam merupakan salah satu jenis pemecah gelombang yang biasa digunakan sebagai pengaman pantai dari hantaman gelombang. Berbagai bentuk pemecah gelombang terendam telah dikembangkan seperti bentuk trapesium dan sinusoidal. Pada tugas akhir ini, akan dibahas efektivitas dari pemecah gelombang terendam dengan bentuk-bentuk tersebut melalui pemodelan matematika dan simulasi numerik. Efektivitas dari pemecah gelombang terendam dilihat dari koefisien transmisi (Kt), yakni perbandingan antara amplitudo gelombang yang telah melewati pemecah gelombang (amplitudo transmisi) dengan amplitudo gelombang yang datang dari laut (amplitudo datang). Model matematika yang digunakan adalah shallow water equation. Akan diselesaikan persamaan pada model tersebut secara analitik untuk mendapatkan koefisien transmisi dari tiap bentuk pemecah gelombang terendam. Model yang dibangun juga akan diselesaikan secara numerik menggunakan metode volume hingga pada grid setengahan. Lebih jauh, akan dikaji perilaku gelombang ketika dimensi pemecah gelombang terendam dengan bentuk tertentu divariasikan. Dari hasil validasi simulasi numerik dengan solusi analitik diperoleh galat nilai Kt yang cukup kecil. Khusus pemecah gelombang terendam berbentuk trapesium, bentuk paling efektif dalam mereduksi amplitudo gelombang adalah ketika sisi miringnya semakin terjal menuju tegak. Secara umum, nilai Kt dari pemecah gelombang sinusoidal lebih kecil dibandingkan bentuk lainnya karena memungkinkan resonansi Bragg, yakni resonansi yang menyebabkan gelombang refleksi yang besar. Resonansi ini terjadi ketika panjang gelombang datang adalah dua kali dari panjang gelombang dari pemecah gelombang terendam. Hasil simulasi numerik kemudian divalidasi dengan data percobaan fisik, dan diperoleh bahwa galat nilai Kt cukup kecil. Hal ini berarti simulasi numerik yang dilakukan dapat menggambarkan fenomena propagasi gelombang dengan baik.