digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Albert Eka Saputra (NIM 19014062)
Terbatas  Taupik Abidin
» Gedung UPT Perpustakaan
» SBM

BAB 2 Albert Eka Saputra (NIM 19014062)
Terbatas  Taupik Abidin
» Gedung UPT Perpustakaan
» SBM

BAB 3 Albert Eka Saputra (NIM 19014062)
Terbatas  Taupik Abidin
» Gedung UPT Perpustakaan
» SBM

BAB 4 Albert Eka Saputra (NIM 19014062)
Terbatas  Taupik Abidin
» Gedung UPT Perpustakaan
» SBM

BAB 5 Albert Eka Saputra (NIM 19014062)
Terbatas  Taupik Abidin
» Gedung UPT Perpustakaan
» SBM


Penawaran Umum Perdana (IPO) merupakan kegiatan perusahaan untuk menawarkan sahamnya di masyarakat. Setelah hari IPO, salah satu perhatian utama baik bagi perusahaan maupun investor adalah kinerja saham, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Diharapkan bahwa harga perusahaan akan meningkat, memberi nilai valuasi yang lebih tinggi kepada perusahaan dan tingkat pengembalian yang lebih baik bagi investor. Namun, perusahaan dengan karakteristik yang berbeda dapat mempunyai kinerja yang berbeda pula. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki (1) tingkat pengembalian jangka pendek (saat hari IPO) dan kinerja IPO jangka panjang (satu sampai lima tahun) bagiperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IHSG), (2) perusahaan berkoneksi politik (POLCON) dan kinerjanya, dan (3) faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut. Dalam studi ini, kami menyelidiki sebanyak 168 perusahaan IPO di Indonesia dalam periode 2005 sampai 2013. Dipercaya bahwa faktor non-keuangan, yaitu hubungan politik secara signifikan mempengaruhi tingkat pengembalian saham. Sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya, dalam jangka pendek, temuan kami menunjukkan bahwa perusahaan IPO cenderung mengalami underpricing (23.18%), dan POLCON mengalami 23.45% underpricing, dan tidak ditemukan perbedaan mean di antara keduanya. Dalam jangka panjang, perusahaan IPO terbukti berkinerja lebih buruk dari pasar yang secara signifikan diuji dengan metode buyand-hold abnormal return (BHAR), menggunakan perhitungan equal-weighted dan valueweighted.Namun, POLCON memiliki kinerja yang lebih baik dari non-POLCON berdasarkan return saham lima tahun pasca IPO. Perusahaan dengan tingkat underpricing yang tinggi juga terbukti mempunyai kinerja jangka panjang yang lebih buruk. Akhirnya, penelitian ini memberikan panduan baru yang komprehensif kepada investor bahwa berinvestasi pada perusahaan yang tidak berkoneksi politik lebih menguntungkan untuk jangka pendek dan berinvestasi di perusahaan yang berkoneksi politik lebih menguntungkan untuk jangka panjang.