digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji salah satu tantangan utama yang dihadapi industri penerbitan buku di Indonesia, yaitu bagaimana beradaptasi dengan disrupsi digital dan perubahan perilaku konsumen di tengah penurunan penjualan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang berulang dalam perilaku pembaca. Meskipun banyak pembaca masih menyatakan preferensi terhadap buku fisik, preferensi tersebut tidak selalu tercermin dalam keputusan pembelian, sehingga terlihat adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dan apa yang benar-benar dibeli. Untuk memahami kesenjangan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan mixedmethod dengan mengombinasikan survei kuantitatif terhadap 1.000 responden dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan praktisi industri terpilih, yaitu Gramedia, Mizan, Transmedia Pustaka, Unpad Press, Indscript, dan Bitread Publishing. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa permasalahan utama tidak terletak pada format buku itu sendiri, melainkan pada bagaimana buku diposisikan, diperkenalkan, dan dihadirkan dalam konteks keseharian pembaca. Dengan mengacu pada perspektif network society dari Castells, pendekatan adaptive marketing dari McKinsey, serta kerangka STP dan interactive marketing, penelitian ini menunjukkan pendekatan segmentasi demografis konvensional saja tidak lagi memadai. Sebaliknya, strategi yang lebih adaptif seperti persona, komunikasi dua arah, dan pembangunan komunitas tampak berperan dalam memperkuat nilai yang dirasakan oleh pembaca. Selain itu, praktik co-creation dan keterlibatan aktif penulis juga berpotensi mendorong keterikatan pembaca yang lebih mendalam. Penelitian ini tidak bermaksud menawarkan solusi yang bersifat final, melainkan mengusulkan sebuah kerangka strategis yang membantu menjelaskan bagaimana penerbit dapat merespons perubahan perilaku pembaca. Temuan ini memberikan implikasi praktis yang dapat ditransfer ke berbagai jenis penerbit, baik penerbit komersial besar maupun penerbit independen dan akademik, sekaligus berkontribusi pada diskusi mengenai adaptasi industri penerbitan dalam menghadapi transformasi digital.