digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini mengevaluasi dampak pelatihan di bawah Program Desa Bakti BCA terhadap kemampuan dan hasil ekonomi peserta di Desa Wisata Hijau Bilebante, Indonesia. Studi ini membahas keterbatasan umum dalam pelaporan CSR, di mana keberhasilan sering digambarkan melalui aktivitas dan hasil daripada perubahan penerima manfaat yang terukur. Menggunakan desain retrospektif satu kelompok sebelum-sesudah, studi ini menafsirkan temuan melalui perspektif model logika, yang didukung oleh ISO 26000 dan GRI 203/413. Analisis didasarkan pada tanggapan kuesioner terstruktur dari 31 peserta yang menilai kondisi mereka sebelum pelatihan dan kondisi mereka saat ini setelah pelatihan. Data dibersihkan, dipasangkan, dikodekan, dan dikonversi sebelum analisis validitas, reliabilitas, dan deskriptif. Normalitas dinilai menggunakan uji ShapiroWilk; karena data berpasangan tidak normal, Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon digunakan, sedangkan ukuran efek digunakan untuk menafsirkan besarnya perubahan dan mengevaluasi hipotesis penelitian. Temuan ini mengungkapkan pola peningkatan yang konsisten di seluruh tahapan model logika. Pada tingkat output, rata-rata kelompok meningkat dari 2,153 menjadi 3,911. Di seluruh 42 indikator hasil, skor rata-rata naik dari 2,737 menjadi 4,438, sementara indikator ekonomi berbasis Likert meningkat dari 2,824 menjadi 4,290. Perubahan ini signifikan secara statistik dan didukung oleh ukuran efek yang besar secara seragam. Peningkatan terkuat ditemukan pada pendapatan bruto, kemandirian ekonomi, dan persepsi keamanan peserta dalam menyampaikan pendapat dan memberikan umpan balik program. Secara substansial, hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan yang nyata dalam perkiraan pendapatan bruto, yang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan dikaitkan dengan kesiapan ekonomi dan kondisi mata pencaharian yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa program pelatihan ini menghasilkan peningkatan multidimensional yang bermakna yang melampaui penyampaian pelatihan hingga penguatan kemampuan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan ekonomi tidak langsung. Studi ini memberikan bukti praktis untuk akuntabilitas CSR dan memberikan dasar terstruktur untuk penyempurnaan program, pelaporan keberlanjutan, dan replikasi dalam konteks desa wisata lainnya.