digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Ascend Professional Solutions (ASCEND) adalah Perusahaan Anggota Pelatihan IRATA bersertifikat di Indonesia yang baru-baru ini menghadapi tantangan bisnis dalam mencapai target pendaftaran pelatihannya, di mana perusahaan hanya mencatat tingkat pencapaian sebesar 45,8% antara bulan November 2025 dan April 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang mendasari kekurangan tersebut dan untuk merumuskan strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan pendaftaran di masa mendatang. Dengan menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen. Lingkungan bisnis dan kapabilitas internal dianalisis menggunakan PESTEL, Porter's Five Forces, VRIO, Analisis Pelanggan, STP (Segmentation, Targeting, and Positioning), dan Bauran Pemasaran Jasa 7P, yang kemudian disintesiskan ke dalam matriks SWOT dan TOWS. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ASCEND memiliki kapabilitas operasional yang kuat, kualitas penyampaian yang tinggi (dengan tingkat kepuasan peserta 4,95 dari 5,00), dan komunitas praktisi yang unik, upaya pemasarannya masih kurang selaras. Kesenjangan pendaftaran ini terutama didorong oleh kurangnya proses konversi prospek yang terstruktur, jalur rujukan (referral) yang tidak terkelola, positioning yang tidak terdiferensiasi karena hanya bergantung pada kredensial standar industri, dan upaya promosi yang utamanya diarahkan pada pengguna akhir (teknisi) daripada pengambil keputusan institusional (Manajer HR/HSE). Strategi pemasaran yang diusulkan berfokus pada perbaikan struktural pada elemen Proses, Promosi, dan Orang (Process, Promotion, and People) dari bauran pemasaran tanpa mengubah produk inti atau harga. Rekomendasi utama meliputi pembentukan sistem pelacakan pertanyaan-hingga-pendaftaran yang sistematis, memformalkan program rujukan yang sudah ada, mendefinisikan ulang proposisi nilai untuk menyoroti fasilitas eksklusifnya di Jakarta serta jaringan praktisi, dan secara aktif menargetkan segmen B2B—khususnya perusahaan anggota IRATA yang hanya beroperasi (operation-only)—dengan layanan administrasi sertifikasi ulang grup yang disesuaikan.