digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji pengaruh perilaku pengambilan keputusan strategis terhadap kinerja organisasi, dengan efektivitas negosiasi internal sebagai variabel mediasi di perusahaan pertambangan, khususnya di PT Sumber Daya Energi. Penelitian ini dimotivasi oleh meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian di industri pertambangan, yang mengharuskan organisasi untuk membuat keputusan strategis yang akurat dan tepat waktu. Proses pengambilan keputusan yang tidak efektif dan koordinasi internal yang lemah seringkali menyebabkan hasil kinerja yang suboptimal. Selain itu, negosiasi internal memainkan peran penting dalam menyelaraskan kepentingan, menyelesaikan konflik, dan memastikan bahwa keputusan strategis diimplementasikan secara efektif di seluruh unit organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perilaku pengambilan keputusan strategis berkontribusi pada kinerja organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui efektivitas negosiasi internal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutannya dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Perusahaan pertambangan menghadapi tantangan operasional, keuangan, dan regulasi yang menuntut kemampuan manajerial yang kuat dalam pengambilan keputusan dan kolaborasi internal. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengambilan keputusan strategis secara signifikan memengaruhi hasil organisasi, sementara negosiasi internal yang efektif meningkatkan koordinasi dan eksekusi. Namun, penelitian yang terbatas telah mengkaji peran mediasi efektivitas negosiasi internal dalam hubungan antara perilaku pengambilan keputusan strategis dan kinerja organisasi, khususnya di sektor pertambangan. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Proses penelitian meliputi identifikasi masalah, tinjauan pustaka, pengembangan hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi temuan. Studi ini mengajukan empat hipotesis: (1) perilaku pengambilan keputusan strategis berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi, (2) perilaku pengambilan keputusan strategis berpengaruh signifikan terhadap efektivitas negosiasi internal, (3) efektivitas negosiasi internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi, dan (4) efektivitas negosiasi internal memediasi hubungan antara perilaku pengambilan keputusan strategis dan kinerja organisasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada 200 karyawan PT Sumber Daya Energi yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan strategis dan koordinasi internal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, memastikan bahwa responden memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yang cocok untuk memeriksa hubungan kompleks antara variabel laten dan menguji efek langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengambilan keputusan strategis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan strategis berkualitas tinggi berkontribusi pada peningkatan hasil organisasi. Lebih lanjut, perilaku pengambilan keputusan strategis secara signifikan memengaruhi efektivitas negosiasi internal, menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan analitis meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar unit organisasi. Efektivitas negosiasi internal juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi, menunjukkan pentingnya hal tersebut dalam memfasilitasi keberhasilan implementasi strategi. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas negosiasi internal memediasi hubungan antara perilaku pengambilan keputusan strategis dan kinerja organisasi. Ini menyiratkan bahwa dampak pengambilan keputusan strategis terhadap kinerja diperkuat ketika didukung oleh proses negosiasi internal yang efektif. Dengan demikian, organisasi tidak hanya harus fokus pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan tetapi juga meningkatkan komunikasi internal, kolaborasi, dan kemampuan negosiasi. Kontribusi studi ini terletak pada penyediaan bukti empiris tentang peran efektivitas negosiasi internal sebagai variabel mediasi dalam penelitian manajemen strategis. Temuan-temuan tersebut memperkaya pemahaman teoritis tentang hubungan antara perilaku pengambilan keputusan dan kinerja organisasi. Secara praktis, studi ini menawarkan wawasan bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan proses pengambilan keputusan strategis dan memperkuat koordinasi internal untuk mencapai hasil kinerja yang lebih baik.