digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Objek kajian penelitian adalah sistem daur ulang sampah kemasan aseptik yang dibangun PT X yang beroperasi di 4 (empat) kabupaten yang merupakan wilayah pengumpulan sampah kemasan aseptik yang aktif di propinsi Jawa Barat. Selain recycle rate kemasan aseptik yang saat ini sangat rendah, yaitu hanya mencapai 5% dari total kemasan aseptik yang diproduksi oleh PT X, manfaat sistem daur ulang kemasan aseptik pun masih belum optimal ditinjau dari aspek lingkungan, ekonomi, sosial dan hukum. Berdasarkan ketentuan kesehatan, hasil daur ulang kemasan aseptik tidak dapat digunakan kembali untuk produksi kemasan aseptik sehingga sistem daur ulang kemasan aseptik disebut sistem daur ulang satu langkah. Sistem daur ulang sampah kemasan aseptik melibatkan 6 (enam) pelaku daur ulang: Post Consumer, Pemulung, Yayasan Contact Indonesia (YCI), Balai Besar Pulp dan Kertas, Pabrik Kertas Daur Ulang yang menghasilkan produk kertas daur ulang dan Pabrik Daur Ulang Polyfoil yang menghasilkan produk inovasi berupa atap bergelombang atau Polylum Eco Roof (PER), serta End Customer. Dalam upaya peningkatan recycle rate serta maksimasi manfaat sistem daur ulang kemasan aseptik perlu dibangun model yang tidak saja dapat menjelaskan perilaku sistem tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk menguji alternatif solusi sehingga diperoleh solusi optimal dengan kinerja dan manfaat sistem daur ulang yang lebih baik. Tujuan penelitian adalah: (1) memodelkan sistem daur ulang (rantai pasok) sampah kemasan aseptik di 4 (empat) kabupaten di Jawa Barat, (2) memperoleh solusi optimal yang meminimisasi ukuran kinerja sistem yakni total biaya sistem daur ulang. Metodologi penelitian meliputi studi pendahuluan, perumusan masalah dan penetapan tujuan, pengembangan model, analisis dan pembahasan serta kesimpulan dan rekomendasi pengembangan (saran). Dalam pengembangan model digunakan pendekatan pemikiran sistem (system thinking). Model penelitian dikembangkan berdasarkan model perhitungan biaya daur ulang (rantai pasok) Pati berbasis model Linear Programming dengan fungsi objektif minimasi total biaya sistem dengan 5 (lima) pembatas yakni kapasitas produksi, kapasitas penyimpanan, permintaan, jumlah sampah yang tidak relevan untuk didaur ulang, serta variabel nonnegatif. Variabel keputusan adalah jumlah material yang masuk pada tiap entitas yang secara keseluruhan akan memberikan total biaya sistem yang minimum. Pengembangan model pada penelitian ini terdapat pada penambahan 2 (dua) entitas, yakni Penampung dan Bank Sampah sebagai 2 (dua) alternatif solusi sumber bahan baku daur ulang. Solusi model diperoleh dengan pengolahan data hipotetik serta hasil pengumpulan data langsung untuk 3 (tiga) kondisi yakni sistem saat ini (existing), sistem ideal, dan perbaikan sistem saat ini dengan konsep sistem ideal. Pencarian solusi model menggunakan Software LINGO 9.0. Solusi yang diperoleh adalah global optimal dengan total biaya sistem paling minimum dicapai untuk sistem ideal. Sistem ideal menyebabkan penurunan total biaya sistem sebesar 12,55%, sedangkan untuk perbaikan sistem saat ini dengan konsep sistem ideal menurun sebesar 3,59%.