PT XYZ Plant Cibitung telah mengimplementasikan sistem akuisisi data Condition Based Monitoring (CBM) pada Mesin Sieving, yaitu equipment dengan tingkat kritikalitas tertinggi di area Sand Treatment. Meskipun demikian, data yang dihasilkan belum dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan sehingga aktivitas maintenance masih didominasi oleh pendekatan reaktif dan preventive. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas data CBM pada mesin tersebut, mengidentifikasi penyebab utama belum optimalnya pemanfaatan data, serta merancang penerapan Condition Based Maintenance beserta prosedur dan instrumen pendukungnya.
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi analisis kritikalitas menggunakan metode TDPC untuk menentukan equipment prioritas, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan dominan dan parameter pemantauan yang relevan, evaluasi kualitas data CBM, serta pemodelan proses kondisi eksisting (as-is) yang dilanjutkan dengan analisis kesenjangan terhadap tahapan penerapan CBM. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusun rancangan penerapan CBM yang mencakup penetapan parameter dan titik pemantauan, prosedur pemantauan dan pencatatan data, kriteria evaluasi kondisi, serta mekanisme eskalasi dan tindakan pemeliharaan. Seluruh komponen tersebut kemudian diformalkan ke dalam sebuah dokumen Standard Operating Procedure (SOP). Rancangan yang dihasilkan selanjutnya dievaluasi melalui verifikasi terhadap kebutuhan perancangan serta pemeriksaan retrospektif menggunakan data historis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data CBM belum memadai untuk mendukung pemeliharaan berbasis kondisi. Tingkat kelengkapan temporal hanya mencapai 53,9% dengan kekosongan data hingga 49 hari, terdapat satu sensor yang mengalami kegagalan total sehingga tidak menghasilkan data valid, serta ditemukan ketidaksinkronan pencatatan antarparameter. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa kendala utama tidak terletak pada teknologi akuisisi data maupun pemilihan parameter pemantauan, melainkan pada belum tersedianya tata kelola yang mengatur proses pencatatan data, evaluasi kondisi, dan tindak lanjut hasil pemantauan. Sebagai solusi, penelitian ini menghasilkan rancangan penerapan CBM dalam bentuk SOP-MTC-CBM-B05 yang mencakup parameter pemantauan berbasis mode kegagalan, prosedur pemantauan lengkap dengan formulir, checklist, dan jadwal pelaksanaan, kriteria evaluasi kondisi tiga tingkat berdasarkan pendekatan baseline statistik (? + 2? dan ? + 3?) yang mengadaptasi konsep ISO 20816, serta mekanisme eskalasi dan tindakan pemeliharaan.
Perpustakaan Digital ITB