Penelitian ini mengkaji penurunan penjualan yang dialami Olivi Songket, sebuah brand fashion budaya yang berfokus pada warisan Batak, di tengah meningkatnya minat terhadaot fashion berkelanjutan dan produk autentik. Meskipun Olivi Songket memiliki keunggulan kompetitif dalam kualitas tenun, identitas budaya, dan kolaborasi dengan pengrajin, strategi pemasaran yang diterapkan belum sepenuhnya selaras dengan perubahan perilaku konsumen, peningkatan kompetisi digital, serta maraknya produk substitusi yang lebih terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penurunan penjualan serta merumuskan rekomendasi strategi pemasaran yang mampu menjaga nilai budaya sekaloigus meningkatkan kinerja bisnis.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis Porter’s Five Forces, VRIO, SWOT-TOWS, dan Marketing Mix 7Ts. Analisis tematik menggunakan NVivo mengidentifikasi sejumlah tema utama yang memengaruhi persepsi dan perilaku pembelian konsumen: persepsi brand, persepsi produk, pengembangan produk, persepsi harga, promosi, komunikasi dan media sosial, distribusi, serta pengalaman layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan penjualan terjadi akibat lemahnya visibilitas digital, terbatasnya inovasi produk, komunikasi yang belum konsisten, serta ketidaksesuaian antara positioning budaya tradisional dan ekspektasi konsumen milenial serta Gen Z. Meskipun konsumen menghargai keaslian, kualitas, dan makna budaya produk, mereka juga mengharapkan desain yang lebih modern, adaptasi fungsional, kejelasan nilai harga, serta keterlibatan yang lebih konsisten melalui media sosial.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran terpadu menggunakan kerangka 7Ts yang mencakup inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, penguatan storytelling berbasis budaya, komunikasi nilai yang lebih jelas, keterlibatan digital yang konsisten, serta penguatan saluran distribusi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelarasan antar keaslian budaya dan relevansi pasar modern merupakan kunci bagi pertumbuhan berkelanjutan Olivi Songket tanpa mengesampingkan nilai budaya yang diusung.
Perpustakaan Digital ITB