digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_COVER.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_BAB1.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_BAB2.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_BAB3.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_BAB4.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_BAB5.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2018_TA_PP_SYARIFAH_FAUZIAH_ALKAFF_1-_PUSTAKA.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

Hutan tropis di Indonesia beserta keanekaragaman hayati di dalamnya merupakan sumber daya alam yang melimpah bagi Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 30.000 jenis tumbuhan dan 7.500 di antaranya berkhasiat sebagai obat. Namun, hanya 1200-1400 spesies yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat dan 300 spesies yang telah digunakan dalam industri obat tradisional. Salah satu tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai sumber obat adalah benalu (Dendrophthoe pentandra). Di masyarakat, beberapa benalu telah digunakan sebagai obat tradisional, misalnya benalu mangga (benalu yang tumbuh pada pohon mangga) yang umumnya digunakan sebagai obat luka, obat batuk, dan obat mual. Penelitian sebelumnya telah pula melaporkan bahwa ekstrak benalu cengkeh memiliki aktivitas sitotoksik dan ekstrak benalu mangga memiliki aktivitas antiplasmodium. Selain itu, hasil uji kualitatif pada benalu yang tumbuh pada pohon belimbing (benalu belimbing) menunjukkan adanya kandungan kelompok senyawa flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Selain itu, satu senyawa flavonoid yaitu kuersitrin telah diisolasi pula dari benalu belimbing. Namun, belum ada kajian fitokimia pada benalu mangga dan pengujian bioaktivitasnya sebagai antikanker. Oleh karena itu, kajian fitokimia daun benalu mangga ini penting untuk dilakukan. Pada penelitian ini, telah dilakukan isolasi metabolit sekunder dari daun benalu mangga yang dikumpulkan dari Cirebon, Jawa Barat. Isolasi yang dilakukan meliputi ekstraksi serbuk daun benalu mangga menggunakan pelarut aseton serta pemisahan dan pemurnian metabolit sekundernya menggunakan kromatografi cair vakum dan kromatografi kolom gravitasi. Dari ekstrak aseton tersebut telah berhasil diisolasi dua senyawa yang dikarakterisasi strukturnya berdasarkan analisis data spektroskopi NMR 1D (1H-NMR dan 13C-NMR) dan NMR 2D (HSQC dan HMBC). Selanjutnya, struktur kedua senyawa tersebut disarankan sebagai turunan flavonoid golongan flavonol yaitu afzelin dan kuersitrin. Senyawa afzelin untuk pertama kalinya diisolasi dari benalu (Dendrophthoe pentandra), sementara kuersitrin sudah ditemukan dari spesies yang sama. Selanjutnya, ekstrak dan senyawa murni hasil isolasi telah diuji sifat sitotoksiknya terhadap sel murin leukemia P-388 menggunakan metode MTT. Uji ini merupakan salah satu uji pendahuluan pencarian senyawa yang berpotensi sebagai antikanker yang disarankan oleh NCI (National Cancer Institute). Hasil uji menunjukkan bahwa baik ekstrak maupun kedua isolat bersifat tidak aktif dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu 22,01 ?g/mL (ekstrak), 56,69 ?g/mL (kuersitrin), dan 49,79 ?g/mL (afzelin).