digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gugus galaksi merupakan struktur skala terbesar di alam semesta yang terikat secara gravitasi dan menjadi laboratorium alami yang penting untuk memahami evolusi galaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanggotaan dan mengetahui kestabilan gugus galaksi Abell 2255 dari profil histogram kerapatan, serta mengidentifikasi indikasi keberadaan substruktur. Data penelitian bersumber dari Sloan Digital Sky Survey Data Release 19 (SDSS DR19) yang diolah menggunakan perangkat lunak TOPCAT, Microsoft Excel, serta bahasa pemrograman Python. Penentuan keanggotaan gugus dilakukan dengan mengombinasikan metode statistik Bukhari?Cram dan seleksi Color Cut, yang menghasilkan 129 galaksi sebagai anggota final. Berdasarkan galaksi anggota tersebut, diperoleh nilai redshift rata?rata sebesar 0.08018 dengan koordinat pusat gugus terletak pada RA = 258.205067? dan Dec = 64.066059?, serta jarak luminositas sebesar DL = 377.8 Mpc. Profil kerapatan Dressler menunjukkan adanya distribusi bimodal (dua puncak) pada histogram kerapatan lokal, yang mengindikasikan bahwa gugus ini memiliki konsentrasi rendah atau gugus yang non-relaxed. Selain itu, distribusi spasial galaksi anggota memperlihatkan morfologi gugus yang tidak terdapat galaksi besar cD. Hasil uji Dressler?Shectman juga menunjukkan adanya korelasi antara substruktur kinematik dengan fitur termal ekstrem pada peta temperatur sinar?X di wilayah pusat gugus. Secara keseluruhan, keberadaan substruktur serta ketidakteraturan profil densitas tersebut mengonfirmasi bahwa Abell 2255 merupakan sistem yang belum terelaksasi secara dinamis (non-relaxed) dan sedang berada dalam fase pasca-penggabungan (post-merger).