Industri alat musik global terus menunjukkan peluang pertumbuhan yang
signifikan, didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap musik,
berkembangnya pendidikan musik, serta perluasan pasar internasional. PT Genta
Trikarya, salah satu produsen gitar di Indonesia, selama ini beroperasi terutama
sebagai contract manufacturer bagi berbagai merek internasional. Meskipun
model bisnis ini memberikan permintaan produksi yang relatif stabil,
ketergantungan yang tinggi terhadap pelanggan business-to-business (B2B)
membatasi kemampuan perusahaan untuk memperoleh nilai tambah yang lebih
tinggi. Di sisi lain, meskipun PT Genta Trikarya memiliki merek miliknya sendiri,
yaitu Genta Guitar, merek tersebut belum dikembangkan secara strategis dan saat
ini hanya berkontribusi kurang dari 8 % terhadap total pendapatan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial pengembangan
merek Genta. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah
investasi yang diusulkan layak secara finansial, mengidentifikasi faktor-faktor
yang paling memengaruhi kelayakan proyek, menentukan strategi pendanaan yang
paling tepat, serta mengevaluasi apakah proyek ekspansi tersebut dapat
dilaksanakan oleh PT Genta Trikarya. Penelitian ini menggunakan pendekatan
studi kasus kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi PT Genta
Trikarya mengenai kelayakan finansial pengembangan merek Genta Guitar, serta
memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan investasi strategis bagi
perusahaan yang ingin bertransformasi dari contract manufacturer menjadi
pemilik merek.
Proyeksi disimulasikan menggunakan skenario pendanaan penuh dengan modal
Perusahaan sebagai skenario dasar dengan kurun waktu 10 tahun. Pengembangan
merek Genta Guitar memerlukan investasi sebesar Rp4,642,678,127 yang
didapatkan dari arus kas bebas negatif yang tersebar selama lima tahun pertama
pelaksanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek menghasilkan Net
Present Value (NPV) sebesar Rp3,709,571,117, Payback Period (PP) selama 6,67
tahun, dan Discounted Payback Period (DPP) selama 7,77 tahun. Selain itu,
Internal Rate of Return (IRR) sebesar 27,62% lebih tinggi dibandingkan cost of
equity sebesar 14,13%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa biaya
operasional merupakan faktor yang paling sensitif dalam memengaruhi kinerja
finansial proyek. Seluruh skenario pendanaan yang dianalisis juga menunjukkan
hasil yang layak secara finansial, sehingga memberikan fleksibilitas bagi PT Genta
Trikarya dalam menentukan struktur pendanaan yang paling sesuai dengan tujuan
keuangan dan toleransi risiko perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB