digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri alat musik global terus menunjukkan peluang pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap musik, berkembangnya pendidikan musik, serta perluasan pasar internasional. PT Genta Trikarya, salah satu produsen gitar di Indonesia, selama ini beroperasi terutama sebagai contract manufacturer bagi berbagai merek internasional. Meskipun model bisnis ini memberikan permintaan produksi yang relatif stabil, ketergantungan yang tinggi terhadap pelanggan business-to-business (B2B) membatasi kemampuan perusahaan untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi. Di sisi lain, meskipun PT Genta Trikarya memiliki merek miliknya sendiri, yaitu Genta Guitar, merek tersebut belum dikembangkan secara strategis dan saat ini hanya berkontribusi kurang dari 8 % terhadap total pendapatan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial pengembangan merek Genta. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah investasi yang diusulkan layak secara finansial, mengidentifikasi faktor-faktor yang paling memengaruhi kelayakan proyek, menentukan strategi pendanaan yang paling tepat, serta mengevaluasi apakah proyek ekspansi tersebut dapat dilaksanakan oleh PT Genta Trikarya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi PT Genta Trikarya mengenai kelayakan finansial pengembangan merek Genta Guitar, serta memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan investasi strategis bagi perusahaan yang ingin bertransformasi dari contract manufacturer menjadi pemilik merek. Proyeksi disimulasikan menggunakan skenario pendanaan penuh dengan modal Perusahaan sebagai skenario dasar dengan kurun waktu 10 tahun. Pengembangan merek Genta Guitar memerlukan investasi sebesar Rp4,642,678,127 yang didapatkan dari arus kas bebas negatif yang tersebar selama lima tahun pertama pelaksanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp3,709,571,117, Payback Period (PP) selama 6,67 tahun, dan Discounted Payback Period (DPP) selama 7,77 tahun. Selain itu, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 27,62% lebih tinggi dibandingkan cost of equity sebesar 14,13%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa biaya operasional merupakan faktor yang paling sensitif dalam memengaruhi kinerja finansial proyek. Seluruh skenario pendanaan yang dianalisis juga menunjukkan hasil yang layak secara finansial, sehingga memberikan fleksibilitas bagi PT Genta Trikarya dalam menentukan struktur pendanaan yang paling sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko perusahaan.