PT Badak NGL telah memiliki pengalaman operasi lebih dari 47 tahun di industri pencairan gas alam dan pernah tercatat sebagai salah satu perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia dengan kapasitas produksi maksimum 22,4 juta ton LNG per tahun. Memasuki tahun 2000-an, pasokan gas alam memasuki fase penurunan dan memaksa perusahaan memangkas produksi LNG. Untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya, perusahaan secara aktif bertransformasi dari perusahaan non-profit menjadi yang mampu menghasilkan pendapatan dengan melakukan pengembangan bisnis baru dan mulai berfokus pada bisnis yang menghasilkan pendapatan secara kontinu. Salah satu bisnis yang dibidik dapat memberikan potensi keuntungan yang besar adalah LNG Bunkering. Hal ini dikarenakan perusahaan telah memiliki beberapa fasilitas penunjang, lokasi yang strategis, dan didukung oleh arah kebijakan global yang berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memanfaatkan LNG sebagai alternatif bahan bakar.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kelayakan terhadap bisnis LNG Bunkering dengan metode Capital Budgeting, mengevaluasi rencana pembiayaan, dan menilai risiko dari bisnis. Kriteria finansial yang digunakan dalam mengevaluasi kelayakan tersebut adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Discounted Payback Period (DPP). Di sisi lain, untuk melakukan evaluasi risiko terhadap bisnis, Sensitivity Analysis dilakukan untuk mengidentifikasi variabel yang paling mempengaruhi keberhasilan bisnis. Selain itu, Monte Carlo Analysis juga dilakukan untuk mengevaluasi semua skenario yang mungkin terjadi dan mengestimasi kemungkinan kegagalan bisnis di masa mendatang.
Studi kelayakan dilakukan dengan asumsi umur operasional bisnis selama 15 tahun. Berdasarkan hasil analisis kelayakan, skenario pembiayaan 60% utang dan 40% ekuitas merupakan rencana pembiayaan terbaik karena menghasilkan WACC terendah dibandingkan dengan skenario lain. Estimasi NPV operasi pada akhir tahun ke-15 adalah sekitar Rp 37.960.000.000, IRR 16,63%, PI 1,23, dan DPP 10,76 tahun. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa bisnis sangat sensitif terhadap fluktuasi harga LNG pasaran. Analisis Monte Carlo mengindikasikan terdapat probabilitas sebesar 13.5% investasi proyek tidak memberikan NPV positif pada akhir umur proyek 15 tahun.
Perpustakaan Digital ITB