digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini menginvestigasi kinerja seismik sambungan balok-kolom nonprakualifikasi yang umum digunakan di Indonesia (bolted end-plate with lower haunch/BECLH) dibandingkan dengan sambungan prakualifikasi (Bolted Unstiffened Extended End-Plate/BUEEP) melalui uji eksperimental siklik skala penuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua tipe sambungan berhasil memenuhi kriteria penerimaan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan mencapai rotasi inelastis minimal 0,04 radian; namun, sambungan BUEEP menunjukkan perilaku histeresis yang jauh lebih simetris, stabil, dan memiliki daktilitas tinggi melalui plastifikasi balok, sedangkan sambungan BECLH memperlihatkan respons asimetris dengan degradasi kekuatan pada arah tarik serta disipasi energi yang didominasi oleh mekanisme slip. Disimpulkan bahwa meskipun sambungan BECLH dapat diterima menurut standar, sambungan BUEEP menawarkan keunggulan signifikan dalam hal stabilitas struktur dan mekanisme kegagalan yang lebih aman dibandingkan praktik konstruksi konvensional di Indonesia.