Studi ini menginvestigasi kinerja seismik sambungan balok-kolom nonprakualifikasi
yang umum digunakan di Indonesia (bolted end-plate with lower
haunch/BECLH) dibandingkan dengan sambungan prakualifikasi (Bolted
Unstiffened Extended End-Plate/BUEEP) melalui uji eksperimental siklik skala
penuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua tipe sambungan berhasil
memenuhi kriteria penerimaan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
dengan mencapai rotasi inelastis minimal 0,04 radian; namun, sambungan BUEEP
menunjukkan perilaku histeresis yang jauh lebih simetris, stabil, dan memiliki
daktilitas tinggi melalui plastifikasi balok, sedangkan sambungan BECLH
memperlihatkan respons asimetris dengan degradasi kekuatan pada arah tarik serta
disipasi energi yang didominasi oleh mekanisme slip. Disimpulkan bahwa
meskipun sambungan BECLH dapat diterima menurut standar, sambungan
BUEEP menawarkan keunggulan signifikan dalam hal stabilitas struktur dan
mekanisme kegagalan yang lebih aman dibandingkan praktik konstruksi
konvensional di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB