Perkembangan digitalisasi yang pesat secara signifikan mengubah sistem penyampaian pendidikan. Apa yang dulunya didominasi oleh pembelajaran tatap muka kini beralih ke platform pembelajaran online yang memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan berbasis teknologi. PT. Edu merupakan salah satu penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi yang mengalami penurunan pendapatan meskipun sektor pendidikan digital di Indonesia mengalami transformasi yang cepat. Penelitian ini mengeksplorasi akar penyebab penurunan tersebut dan menganalisis kebutuhan mendesak untuk merumuskan strategi guna memulihkan stabilitas bisnis PT. Edu. Penelitian ini didorong oleh faktor-faktor strategis, operasional, dan pemasaran yang saling berinteraksi dan mempengaruhi penurunan kinerja perusahaan edtech.
Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi tantangan saat ini yang dihadapi PT. Edu, baik internal maupun eksternal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melakukan wawancara mendalam dengan beberapa pemangku kepentingan internal dan eksternal, penulis mengumpulkan data dan menganalisisnya menggunakan alat seperti Marketing Mix 7Ps, VRIO, PESTEL, Porter's Five Forces, SWOT, dan TOWS Matrix. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama PT. Edu adalah kemampuan internal, strategi promosi pemasaran yang tidak efektif, tekanan pasar eksternal, serta tekanan politik dan kendala ekonomi.
Untuk mengatasi masalah-masalah ini, studi ini merumuskan solusi berdasarkan kekuatan dan kelemahan PT. Edu, sambil juga mempertimbangkan ancaman dan peluang eksternal yang memengaruhi bisnis PT. Edu. Solusi ini berfokus pada perbaikan cepat dan berdampak tinggi untuk menstabilkan kinerja, seperti merancang tingkatan harga yang lebih jelas, menawarkan perjanjian kemitraan multi-tahun dengan harga fleksibel, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan alat otomatisasi, memisahkan promosi program gratis dan berbayar, dan lain-lain. Studi ini juga menyediakan matriks prioritas dari solusi yang ditawarkan agar PT. Edu dapat membandingkan dan menentukan mana yang perlu diprioritaskan, serta dilampirkan jadwal implementasi untuk melihat kapan setiap strategi harus dimulai.
Perpustakaan Digital ITB