digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri sepeda motor premium di Indonesia sedang bergeser dari pasar fungsional menjadi sektor gaya hidup dengan keterlibatan tinggi. Dalam lanskap kompetitif ini, BMW Motorrad Indonesia mendominasi dengan seri Petualangan (GS), namun kesuksesan ini telah menciptakan ketidakseimbangan strategis internal di mana citra petualangan sangat mendominasi segmen sport. Akibatnya, lini unggulan sport (S1000RR dan M1000RR) mengalami rendahnya kesadaran top-of-mind dan kanibalisasi internal, meskipun memiliki teknologi produk yang unggul dan warisan merek global. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif-deskriptif untuk merumuskan strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) yang baru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal utama (General Manager, Penjualan, dan Pemasaran) dan wawancara mendalam dengan sepuluh responden eksternal dari target pasar. Data dianalisis menggunakan kerangka kerja strategis termasuk VRIO, Porter’s Five Forces, dan SWOT untuk diagnostik internal, sementara wawasan konsumen eksternal diproses menggunakan analisis tematik NVIVO untuk mengidentifikasi pendorong perilaku. Berdasarkan analisis tersebut, studi ini merancang strategi "Visibilitas Digital & Fisik Aktif" untuk mendisrupsi persepsi pasar dan memprioritaskan kesadaran merek. Strategi yang diusulkan mengintegrasikan empat komponen utama: Visual Decoupling untuk memisahkan identitas sport dari seri petualangan; Program Kemitraan Influencer untuk menembus algoritma sosial dengan konten gaya hidup; pameran Mobile M-Galleryuntuk kesadaran organik di jalanan; dan Open Riding Invasions untuk memanfaatkan bukti sosial (social proof). Rencana IMC terstruktur ini berfungsi sebagai peta jalan untuk meningkatkan kesadaran merek lini motor sport.