Persaingan yang semakin ketat dalam industri dekorasi pernikahan di Indonesia menuntut pelaku usaha untuk memiliki proposisi nilai yang jelas serta strategi penargetan yang tepat. Meskipun menawarkan desain yang personal dan penggunaan material berkualitas, Niskala Art Decoration mengalami stagnasi pendapatan pada tahun pertama operasinya. Data internal menunjukkan jumlah inquiry pelanggan yang tinggi, namun tingkat konversi yang relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat pelanggan dan keputusan pembelian, yang mencerminkan ketidaksesuaian antara ekspektasi pelanggan, persepsi nilai, dan strategi pemasaran yang saat ini diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan bisnis internal dan eksternal, mengidentifikasi preferensi pelanggan terhadap elemen bauran pemasaran, menentukan segmen target yang potensial, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan konversi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap calon pelanggan berusia 20–34 tahun di Bandung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta analisis klaster. Analisis kualitatif meliputi evaluasi internal (STP saat ini, bauran pemasaran yang berjalan, dan VRIO) serta analisis eksternal (PESTEL, Porter’s Five Forces, dan analisis kompetitor). Seluruh temuan kemudian diintegrasikan menggunakan kerangka SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan proses layanan, transparansi nilai harga, dan kemampuan personalisasi produk merupakan faktor utama yang memengaruhi preferensi pelanggan. Segmen pelanggan yang berorientasi pada nilai teridentifikasi sebagai target utama. Berdasarkan temuan tersebut, Niskala disarankan menerapkan strategi focused differentiation melalui standardisasi proses, komunikasi nilai yang jelas, penajaman positioning, serta perbaikan bauran pemasaran untuk meningkatkan konversi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB