digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Digitalisasi yang cepat di dunia pendidikan telah merubah cara bagaimana lembaga menyelenggarakan aktivitas pembelajaran, proses administrasi, dan pencapaian pembelajaran siswa. Hal ini diakselerasi juga dengan adanya situasi pandemi COVID-19. Penggunaan Sistem Informasi (SI), khususnya Learning Management System (LMS) menjadi sangat vital bagi kelanjutan pelaksanaan pelayanan akademik. Edulab sebagai lembaga konsultan pendidikan, dengan lebih dari lima puluh cabangnya yang beroperasi, memiliki LMS yang berperan menjadi sarana yang mengintegrasikan materi pembelajaran, instrumen penilaian, kanal komunikasi, dan pemantauan perkembangan akademik siswa. Meskipun demikian, LMS ini masih menghadapi beberapa kendala teknis yang terus berulang, meliputi ketidakstabilan akses, tidak lengkapnya pertanyaan ujian yang muncul, tampilan data yang tidak akurat, serta gangguan sistem saat penggunaan puncak. Permasalah ini juga dipercaya dapat berkontribusi dalam pencapaian prestasi akademik siswa. Kondisi inilah yang kemudian memperkuat pentingnya penelitian ini dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mencari tahu apakah sistem telah bekerja dengan cukup baik, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, dan menyusun rencana peningkatan sistem sehingga dapat mendukung Edulab dalam memperbaiki layanannya dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menganalisis bagaimana kualitas dari LMS Edulab dapat mempengaruhi pelayanan, persepsi pengguna, dan efektivitas keseluruhan dari platform. Selain itu penelitian ini juga mencari tahu kendala dan batasan yang pada akhirnya menghambat penggunaannya. Evaluasi dilakukan terhadap keandalan sistem, akurasi dari informasi, dan tanggapan responsif dalam mendukung layanan LMS ini. Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone and McLean digunakan sebagai dasar analisis utama, diikuti dengan kerangka Technological-Organization-Environment. Dengan menggunakan kedua kerangka ini, penelitian ini diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap LMS, mempertimbangkan aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan platform. Metode mix digunakan dengan melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 1,081 respon sebagai data kuantitatif kemudian dikumpulkan dari pengguna yang meliputi siswa, orang tua, dan pengajar. Respon dari survey kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengetahui bagaimana berbagai dimensi kualitas dari LMS berhubungan dengan kepuasan pengguna dan dampak yang ditimbulkannya. Untuk melengkapi analisis kuantitatif, pengambilan data kualitatif juga dilakukan melalui wawancara terhadap direktur, kepala kurikulum, dan para manajer regional. Hasil wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kendala sistem yang terus berulang, praktik koordinasi di lapangan, kesiapan pengguna, dan ekspektasi dari pengguna terhadap LMS. Dengan menggabungkan kedua data tersebut, penelitian ini dapat menemukan pola dari data kuantitatif dan gambaran pengalaman nyata yang tidak dapat dideskripsikan melalui data kuantitatif saja. Studi-studi sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh dari akurasi informasi, kemudahan penggunaan, dan layanan responsif terhadap bagaimana persepsi dan penilaian pengguna terhadap teknologi pendidikan. Seiring dengan pandangan tersebut, hasil penelitian ini juga menilai bahwa peningkatan performa sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan akan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Diantara semua faktor, ditemukan bahwa kualitas layanan merupakan faktor yang paling dominan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna tidak hanya mendorong keterlibatan belajar yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, kualitas pengambilan keputusan, dan efisiensi layanan pendidikan. Untuk melengkapi temuan kuantitatif tersebut, penelitian kualitatif dilakukan dengan menelaah kondisi nyata di lapangan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait. Pada akhirnya study ini dapat menghasilkan rekomendasi praktis untuk Edulab dalam mengembangkan LMS dan mencapai keberhasilan akademik yang berkelanjutan.