Sugar Folks adalah bisnis UMKM daring, berlokasi di Jakarta Utara, didirikan di tahun
2020, dan berkecimpung di dalam bisnis soft-baked cookies dengan kualitas premium dan
dibuat dengan tangan. Namun, Sugar Folks tidak mampu mencapai penjualan yang stabil di
luar musim liburan seperti Natal, Tahun Baru Imlek, dan Idul Fitri meskipun ada peluncuran
produk baru dan kegiatan pemasaran. Pertanyaan yang diajukan untuk penelitian ini adalah
untuk menemukan strategi bisnis baru untuk Sugar Folks terapkan di tahap pengenalan dan
untuk mencapai penjualan yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas daya saing
usaha Sugar Folks dalam industri makanan ringan dan untuk meningkatkan penjualan,
pendapatan, dan keuntungan Sugar Folks. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang
dikumpulkan terbatas dari Januari-November 2021 untuk jumlah data penjualan dan data
pemasaran yang disajikan pada penelitian ini adalah dari 20 Agustus 2021 hingga 17
November 2021. Oleh karena itu, strategi bisnis untuk mengatasi masalah bisnis ini dibuat
menggunakan analisis internal dan eksternal perusahaan. Analisis internal diselasaikan
menggunakan analisis Value Chain dan analisis Resource-based View. Analisis eksternal
diselesaikan menggunakan analisis PESTEL, analisis Porter’s Five Forces, analisis pesaing,
analisis STP, Marketing Mix (4Ps)dan wawasan pelanggan. Metode penelitian kualitatif
berupa wawancara digunakan untuk mempelajari wawasan pelanggan tentang Sugar Folks.
Setelah menganalisis lingkungan internal dan eksternal Sugar Folks, penelitian dilanjutkan
dengan analisis SWOT, analisis STP, Marketing Mix (4Ps), dan AISAS Funnel Marketing
untuk merumuskan strategi pemasaran baru bagi Sugar Folks. Analisis SWOT terdiri dari
Strength dan Weakness yang merupakan hasil analisis internal sedangkan Opportunity dan
Threat merupakan hasil analisis eksternal. Penyebab Sugar Folks tidak mampu mencapai
penjualan yang stabil di luar musim liburan disebabkan oleh persaingan, program pemasaran,
sumber daya manusia, serta tidak adanya kehadiran fisik. Persaingan Sugar Folks
menciptakan substitusi yang tinggi, dan Sugar Folks memiliki diferensiasi produk yang
minimal. Program pemasaran Sugar Folks kurang, dengan kesadaran masyarakat yang
rendah terhadap merek, dan hubungan pelanggan yang minim. Sugar Folks tidak memiliki
outlet fisik untuk distribusi produknya dan saluran e-commerce-nya kurang dimanfaatkan.
Sumber daya manusia Sugar Folks terbatas. Setelah dilakukan analisis SWOT, Matriks
TOWS dibuat dengan menggabungkan strategi yang terbentuk antara analisis SWOT.
Strategi bisnis yang dipilih untuk Sugar Folks lebih ditekankan pada strategi pemasaran.
Alasan di balik pemilihan strategi pemasaran adalah Ansoff's Matrix. Ansoff’s Matrix
menunjukkan bahwa Sugar Folks harus fokus pada penetrasi pasar karena produk dan
pasarnya sudah ada. Oleh karena itu penelitian ini merevisi strategi pemasaran Sugar Folk
saat ini dengan strategi pemasaran yang ditingkatkan. analisis STP, Marketing Mix (4Ps), dan
AISAS Funnel Marketing digunakan untuk merumuskan strategi bisnis baru bagi Sugar
Folks. Strategi pemasaran baru untuk Sugar Folks adalah mendorong ulasan produk dan
menggunakan ulasan produk sebagai konten pemasaran untuk menciptakan citra merek yang
lebih baik, sering mempromosikan saluran e-commerce di Instagram, menghadiri lebih
banyak acara saluran penjualan langsung seperti pameran, mendorong multi-produk
pembelian dengan diskon seperti paket produk volume tinggi dan volume rendah, sambil
menonjolkan kepraktisan dan kenikmatan produk Sugar Folks.
Perpustakaan Digital ITB