digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sugar Folks adalah bisnis UMKM daring, berlokasi di Jakarta Utara, didirikan di tahun 2020, dan berkecimpung di dalam bisnis soft-baked cookies dengan kualitas premium dan dibuat dengan tangan. Namun, Sugar Folks tidak mampu mencapai penjualan yang stabil di luar musim liburan seperti Natal, Tahun Baru Imlek, dan Idul Fitri meskipun ada peluncuran produk baru dan kegiatan pemasaran. Pertanyaan yang diajukan untuk penelitian ini adalah untuk menemukan strategi bisnis baru untuk Sugar Folks terapkan di tahap pengenalan dan untuk mencapai penjualan yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas daya saing usaha Sugar Folks dalam industri makanan ringan dan untuk meningkatkan penjualan, pendapatan, dan keuntungan Sugar Folks. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang dikumpulkan terbatas dari Januari-November 2021 untuk jumlah data penjualan dan data pemasaran yang disajikan pada penelitian ini adalah dari 20 Agustus 2021 hingga 17 November 2021. Oleh karena itu, strategi bisnis untuk mengatasi masalah bisnis ini dibuat menggunakan analisis internal dan eksternal perusahaan. Analisis internal diselasaikan menggunakan analisis Value Chain dan analisis Resource-based View. Analisis eksternal diselesaikan menggunakan analisis PESTEL, analisis Porter’s Five Forces, analisis pesaing, analisis STP, Marketing Mix (4Ps)dan wawasan pelanggan. Metode penelitian kualitatif berupa wawancara digunakan untuk mempelajari wawasan pelanggan tentang Sugar Folks. Setelah menganalisis lingkungan internal dan eksternal Sugar Folks, penelitian dilanjutkan dengan analisis SWOT, analisis STP, Marketing Mix (4Ps), dan AISAS Funnel Marketing untuk merumuskan strategi pemasaran baru bagi Sugar Folks. Analisis SWOT terdiri dari Strength dan Weakness yang merupakan hasil analisis internal sedangkan Opportunity dan Threat merupakan hasil analisis eksternal. Penyebab Sugar Folks tidak mampu mencapai penjualan yang stabil di luar musim liburan disebabkan oleh persaingan, program pemasaran, sumber daya manusia, serta tidak adanya kehadiran fisik. Persaingan Sugar Folks menciptakan substitusi yang tinggi, dan Sugar Folks memiliki diferensiasi produk yang minimal. Program pemasaran Sugar Folks kurang, dengan kesadaran masyarakat yang rendah terhadap merek, dan hubungan pelanggan yang minim. Sugar Folks tidak memiliki outlet fisik untuk distribusi produknya dan saluran e-commerce-nya kurang dimanfaatkan. Sumber daya manusia Sugar Folks terbatas. Setelah dilakukan analisis SWOT, Matriks TOWS dibuat dengan menggabungkan strategi yang terbentuk antara analisis SWOT. Strategi bisnis yang dipilih untuk Sugar Folks lebih ditekankan pada strategi pemasaran. Alasan di balik pemilihan strategi pemasaran adalah Ansoff's Matrix. Ansoff’s Matrix menunjukkan bahwa Sugar Folks harus fokus pada penetrasi pasar karena produk dan pasarnya sudah ada. Oleh karena itu penelitian ini merevisi strategi pemasaran Sugar Folk saat ini dengan strategi pemasaran yang ditingkatkan. analisis STP, Marketing Mix (4Ps), dan AISAS Funnel Marketing digunakan untuk merumuskan strategi bisnis baru bagi Sugar Folks. Strategi pemasaran baru untuk Sugar Folks adalah mendorong ulasan produk dan menggunakan ulasan produk sebagai konten pemasaran untuk menciptakan citra merek yang lebih baik, sering mempromosikan saluran e-commerce di Instagram, menghadiri lebih banyak acara saluran penjualan langsung seperti pameran, mendorong multi-produk pembelian dengan diskon seperti paket produk volume tinggi dan volume rendah, sambil menonjolkan kepraktisan dan kenikmatan produk Sugar Folks.