digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Bumigas Mitra Sejahtera beroperasi dalam industri distribusi gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) di Indonesia yang berkembang pesat, di mana tingkat persaingan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menjaga keandalan operasional serta mengelola biaya secara efisien. Sebagai perusahaan yang melayani pelanggan tanpa akses jaringan pipa gas, PT Bumigas memainkan peran vital dalam memastikan ketersediaan energi bersih di berbagai sektor industri dan komersial. Namun, di balik fungsi strategis tersebut, perusahaan menghadapi permasalahan mendasar yang bersifat struktural-yakni ketergantungan yang sangat tinggi pada aset sewaan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Model operasional yang mengandalkan penyewaan truk pengangkut CNG memang memberikan keuntungan jangka pendek berupa minimnya kebutuhan modal awal. Akan tetapi, dalam jangka panjang, pendekatan ini menghasilkan sejumlah konsekuensi serius. Pertama, seluruh pembayaran sewa bersifat habis pakai (sunk cost), sehingga perusahaan tidak membangun nilai aset ataupun kekuatan neraca keuangan. Kedua, perusahaan menanggung biaya berulang yang sangat besar setiap bulan, sehingga margin keuntungan menurun dan ruang bagi investasi strategis semakin terbatas. Ketiga, pengendalian operasional menjadi terbatas karena ketersediaan armada, kualitas perawatan, dan responsivitas terhadap gangguan teknis sepenuhnya berada di tangan vendor. Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan ketergantungan jangka panjang yang tidak menguntungkan dan berpotensi menghambat daya saing perusahaan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai masalah tersebut. Data yang dibutuhkan berupa catatan keuangan perusahaan, log operasional armada, tingkat keterlambatan pengiriman, serta wawancara dengan tim internal seperti Finance, Logistics & Operations, dan Board of Directors digunakan untuk menggambarkan kondisi aktual yang dihadapi perusahaan. Data ini kemudian diperkaya dengan data sekunder melalui kajian literatur, standar industri, dan pembandingan harga pasar untuk pembelian maupun penyewaan truk CNG di Indonesia. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis, penelitian ini memanfaatkan beberapa alat analisis strategis. Deskriptif kuantitattif digunakan untuk mengevaluasi data diantaranya data keuangan, data operasional, dan statirtik pengiriman; SWOT digunakan untuk memahami posisi internal dan eksternal perusahaan; pemodelan strategi dengan matriks perbandingan dimanfaatkan untuk mengukur keuangan jangka panjang sebagai konsekuensi dari berbagai alternatif strategi seperti tetap menyewa, beralih ke kepemilikan penuh, atau menerapkan model hybrid. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan pada vendor merupakan faktor utama yang mengakibatkan biaya operasional terus meningkat. Ketiadaan aset milik sendiri juga menyebabkan perusahaan tidak memiliki kekuatan finansial jangka panjang yang biasanya diperoleh melalui depresiasi aset dan nilai aset yang dapat digunakan sebagai jaminan. Selain itu, model operasi berbasis sewa terbukti kurang efisien karena perusahaan tidak dapat mengendalikan uptime armada, kualitas perawatan, maupun keandalan jadwal pengiriman. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa transisi menuju model kepemilikan aset secara bertahap baik melalui skema hybrid maupun investasi langsung akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan. Dengan mengurangi ketergantungan pada vendor, PT Bumigas dapat menekan biaya jangka panjang, meningkatkan kontrol operasional, memperbaiki keandalan pengiriman, dan membangun fondasi keuangan yang lebih kuat. Selain itu, renegosiasi kontrak vendor serta optimalisasi proses internal akan semakin memperkuat kemampuan perusahaan untuk mencapai efisiensi dan daya saing yang berkelanjutan. Tesis ini pada akhirnya menawarkan rekomendasi strategis yang dapat langsung diimplementasikan oleh PT Bumigas Mitra Sejahtera sebagai langkah menuju model operasional yang lebih efisien, mandiri, dan kompetitif dalam industri distribusi CNG nasional.