PT X menggunakan native tapioca starch sebagai bahan baku produksi
kertas dan karton dengan kebutuhan sekitar 72.000 ton per tahun. Pengadaannya
menghadapi volatilitas harga, pola pasokan musiman, lead time impor 20–30 hari,
kapasitas gudang 4.000 ton, dan minimum order quantity 500 ton. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan model peramalan harga mingguan berbasis deep
learning dan mengintegrasikan hasilnya ke dalam kebijakan pengadaan adaptif
berbasis EOQ per Rezim.
Lima arsitektur deep learning, yaitu DNN, RNN, LSTM, GRU, dan Stacked
LSTM, dievaluasi pada skenario univariat dan multivariat menggunakan 469
observasi mingguan periode 2016–2024. Data dibagi secara kronologis menjadi
85% data pelatihan dan 15% data pengujian. Model dievaluasi menggunakan MAE,
RMSE, MAPE, dan R². Forecast dari model terbaik distandardisasi menjadi skorz,
diklasifikasikan ke dalam rezim low, normal, dan high, kemudian digunakan
untuk menentukan alokasi volume dan EOQ per Rezim.
GRU univariat menghasilkan kinerja terbaik dengan MAE 6,196 USD/ton,
RMSE 8,243 USD/ton, MAPE 1,198%, dan R² 0,9595. Evaluasi tahun 2025
menunjukkan korelasi forecast terhadap harga aktual sebesar 0,8628, sehingga
forecast digunakan sebagai sinyal harga relatif. Dengan parameter ? = 0,5, EOQ
per Rezim menghasilkan 19 order per tahun, harga beli rata-rata tertimbang 436,60
USD/ton, dan menurunkan ongkos total dari USD 35.003.265 menjadi USD
34.572.710. Potensi penghematan yang diperoleh adalah USD 430.555 per tahun
atau 1,23%.
Perpustakaan Digital ITB