Robotic Mobile Fulfillment System (RMFS) meningkatkan efisiensi pemenuhan
pesanan melalui pengangkutan pod ke stasiun pengambilan, tetapi pergerakan
robot juga meningkatkan penggunaan energi. Penggunaan energi dipengaruhi
bersama oleh penempatan SKU, pemilihan dan pengembalian pod, serta pengisian
daya robot. Karena keputusan tersebut melibatkan sumber daya dan kondisi
gudang yang sama, perbaikan terpisah dapat menimbulkan trade-off. Penelitian ini
merancang strategi terintegrasi untuk menurunkan penggunaan energi RMFS
Perusahaan X sekurang-kurangnya 1,5% tanpa menurunkan kinerja pemenuhan
pesanan.
Alokasi penyimpanan menggabungkan Business Category Nearest Neighbor untuk
produk baru, pengelompokan hierarkis berbasis Dynamic Time Warping untuk
pola permintaan temporal, indeks Jaccard untuk kemunculan bersama produk, dan
Mayfly Algorithm untuk optimasi. Pemilihan dan pengembalian pod menggunakan
deep reinforcement learning berbasis Proximal Policy Optimization, sedangkan
pengisian daya menggunakan penyaringan penempatan, Response Surface
Methodology, dan Taguchi robust design. Seluruh modul diterapkan dan dievaluasi
secara terpisah maupun terintegrasi melalui simulasi berbasis agen Python-
NetLogo. Solusi terintegrasi dibandingkan dengan kondisi awal melalui sepuluh
replikasi dan pengujian statistik.
Solusi terintegrasi menurunkan energi per pesanan terselesaikan sebesar 18,66%,
serta meningkatkan baris pesanan terselesaikan sebesar 8,49% dan pile-on sebesar
4,52%. Ketiganya signifikan secara statistik, sedangkan throughput tidak berbeda
signifikan dari kondisi awal. Secara terpisah, alokasi penyimpanan, pemilihan pod,
dan pengisian daya memperbaiki indikator sasaran, tetapi pengembalian pod
belum menurunkan waktu siklus robot. Strategi ini meningkatkan efisiensi energi
tanpa menurunkan throughput secara signifikan, tetapi masih memerlukan
koordinasi antarmodul dan validasi pada gudang nyata.
Perpustakaan Digital ITB