Restoran Dakken Riau merupakan hasil adaptive reuse dari bangunan cagar budaya
yang berada di Jalan Martadinata, Kota Bandung. Dakken menawarkan suasana asli
bangunan hunian kolonial Belanda sebagai daya tarik utamanya. Adaptive reuse
pada bangunan Dakken menghasilkan transformasi ruang yang memungkinkan
pengunjung ikut merasakan suasana bangunan cagar budaya walaupun bukan pada
fungsi aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep
adaptive reuse pada Restoran Dakken Riau dan mencari tahu faktor-faktor yang
berpengaruh dalam memunculkan place attachment pengunjung. Restoran Dakken
Riau dipilih sebagai salah satu bangunan cagar budaya golongan A dan berdiri pada
kawasan yang juga berkembang pesat sebagai kawasan komersial di Kota Bandung.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan rancangan
penelitian exploratory sequential. Hasil penelitian menunjukkan adaptive reuse
memberikan transformasi ruang dari bangunan hunian kolonial yang bersifat privat
menjadi ruang publik komersial berupa restoran. Adaptasi bangunan Dakken
memunculkan beragam aktivitas dan kondisi spasial yang berpengaruh kepada
place attachment pengunjung. Dari berbagai indikator, terdapat delapan faktor laten
yang mempengaruhi place attachment pada bangunan ini, yaitu: keterikatan
emosional, kepuasan tempat, aspek privasi, aktivitas, lokasi, karakteristik
bangunan, tekstur dan estetika dan atmosfir tempat. Selain itu, hasil penelitian
menunjukkan keterikatan pegunjung cenderung kepada indikator keterikatan fisik
bangunan, diikuti dengan indikator keterikatan sosial, kepuasan tempat dan
keterikatan emosional.
Perpustakaan Digital ITB