Pertumbuhan Industri food and beverage (F&B) Service di Indonesia semakin pesat dan mendorong semakin ketatnya persaingan, terutama di wilayah Jabodetabek yang menampung hampir 40% pelaku usaha F&B Service nasional. Dengan demikian, pemilihan lokasi menjadi keputusan strategis yang sangat menentukan keberhasilan sebuah restoran. Toko Bakmi Kita, yang berdiri di Kota Serang sejak 2019, berencana memperluas jangkauan bisnisnya ke Jabodetabek dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kriteria utama dalam pemilihan lokasi restoran menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), serta menilai lima alternatif lokasi untuk menentukan lokasi ekspansi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner AHP kepada 15 pelaku usaha dan professional di bidang F&B Service, serta data sekunder dari Google Maps dan MAPID.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan kriteria utama, aksesibilitas menjadi faktor yang paling berpengaruh, diikuti daya Tarik pasar, biaya sewa, dan penggerak arus pelanggan. Pada tingkat sub-kriteria, jarak ke jalan utama, skema pembayaran sewa, serta tingkat okupansi siang dan malam menjadi penentu utama daya tarik lokasi. Dari lima lokasi yang dianalisis, dua lokasi memiliki skor tertinggi yaitu Graha Raya Tangerang (Lokasi E) dengan skor 88,56 dan Grand Wisata Bekasi (Lokasi A) dengan skor 85,12. Keduanya dinilai paling memenuhi kombinasi akses yang baik, potensi pasar, dan struktur biaya yang mendukung ekspansi Toko Bakmi Kita di Jabodetabek.
Perpustakaan Digital ITB