Penelitian ini mengevaluasi kelayakan ekspansi Toko Bakmi Kita dari Kota Serang ke Kota Bekasi dengan menggunakan Customer Development Framework (CDF) sebagai metode analisis utama. Tujuan penelitian adalah memvalidasi apakah model bisnis yang telah berjalan—meliputi dimensi geospasial, operasional, rantai pasok, dan preferensi pelanggan—dapat direplikasi secara efektif di pasar baru.
Metode yang digunakan mencakup analisis spasial melalui MAPID GIS, uji beban operasional pada central kitchen, uji coba kuliner terkendali di Bekasi, serta simulasi pengiriman rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Lambangsari, Bekasi memiliki potensi demografis dan spasial yang lebih kuat dibanding Serang, dengan kepadatan penduduk 10.669 jiwa/km² dan pengeluaran makanan Rp 803.842 per kapita per bulan. Uji operasional membuktikan stabilitas produksi dengan yield 91–92 persen meskipun terjadi peningkatan beban produksi 26 persen. Uji preferensi pelanggan menunjukkan konsistensi minat terhadap menu unggulan (Bakmi, Bakmi Daging Asap, Pangsit Goreng, dan Nasi Goreng Seafood). Simulasi rantai pasok menunjukkan kendala parsial pada logistik produk laut yang melebihi 9 jam waktu pengiriman.
Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa ekspansi Toko Bakmi Kita ke Bekasi layak dilakukan secara operasional dan komersial, dengan catatan perlu peningkatan ketahanan pasokan produk laut. Penelitian ini menegaskan bahwa CDF memberikan pendekatan terstruktur dan berbasis data dalam mengelola ketidakpastian ekspansi restoran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan analisis kelayakan finansial, pemantauan kinerja jangka panjang, serta segmentasi psikografis agar model pertumbuhan berbasis data menjadi lebih komprehensif.
Perpustakaan Digital ITB