Industri pariwisata halal global mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring meningkatnya permintaan perjalanan dari wisatawan Muslim. Namun, perkembangan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan strategis, seperti fragmentasi kebijakan antar destinasi, ketidakkonsistenan standar layanan halal, serta belum adanya standar sertifikasi halal yang terintegrasi. Kondisi ini berpotensi menciptakan pengalaman wisata yang tidak seragam, meningkatkan ketidakpastian bagi wisatawan Muslim, serta melemahkan tingkat kepercayaan dan menurunkan minat berkunjung wisatawan terhadap destinasi yang menerapkan konsep pariwisata halal. Selain itu, banyak destinasi masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan infrastruktur halal yang memadai, promosi yang kurang efektif, serta akses informasi halal yang masih sulit, khususnya melalui platform digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pariwisata halal mengalami perkembangan, perkembangan tersebut masih memiliki berbagai kekurangan, sehingga diperlukan strategi yang komprehensif dengan pendekatan ilmiah dan sistematis untuk memahami faktor-faktor penentu minat berkunjung wisatawan Muslim.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat berkunjung wisatawan Muslim dalam berwisata halal, (2) menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim, serta (3) merumuskan strategi yang paling tepat sebagai rekomendasi untuk pengembangan konsep pariwisata halal. Penelitian ini dibangun atas grand theory Theory of Planned Behavior, yang diperluas dengan konstruk-konstruk kontekstual yang relevan dengan pariwisata halal, yaitu religiusitas, kesadaran halal, citra destinasi, kepercayaan terhadap destinasi, nilai yang dirasakan, dan norma subjektif, yang diuji pengaruhnya terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan berbagai platform media sosial melalui Google Forms. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan kriteria responden berupa wisatawan Muslim. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 212 responden, dan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji model.
Hasil pengujian outer model dan inner model menunjukkan bahwa model telah memenuhi kriteria pengujian yang disyaratkan. Selanjutnya, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa religiusitas, kesadaran halal, dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim. Sebaliknya, variabel citra destinasi, kepercayaan terhadap destinasi, dan nilai yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal individu dan faktor sosial, seperti komitmen religius, kesadaran terhadap prinsip halal, serta pengaruh lingkungan sosial, memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor-faktor evaluatif terhadap atribut destinasi dalam membentuk niat berkunjung wisatawan Muslim.
Berdasarkan hasil temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pengembangan pariwisata halal berbasis pendekatan ekosistem. Pendekatan ini menekankan bahwa penciptaan nilai bagi wisatawan tidak dapat dihasilkan oleh satu aktor secara terpisah, melainkan memerlukan keterpaduan peran dan koordinasi antaraktor yang saling melengkapi. Ekosistem pariwisata halal yang diusulkan dalam penelitian ini melibatkan empat aktor utama yang saling terhubung, yaitu: (1) pemerintah dan institusi publik sebagai pembuat kebijakan, penetap standar minimum layanan halal, serta penyedia infrastruktur pendukung; (2) lembaga sertifikasi halal dan otoritas keagamaan sebagai penyedia legitimasi, kepercayaan, dan edukasi halal; (3) pelaku industri pariwisata, pengelola destinasi, dan komunitas lokal sebagai penyedia layanan dan pengalaman wisata yang ramah Muslim; serta (4) platform digital, penyedia informasi, dan influencer sebagai saluran diseminasi informasi halal, pembentuk norma sosial, dan pengurang ketidakpastian. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi antara temuan empiris mengenai faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim dengan perumusan strategi berbasis ekosistem yang aplikatif, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan, daya saing, dan keberlanjutan pengembangan pariwisata halal.
Perpustakaan Digital ITB