perubahan signifikan pada aspek fisik, sosial, dan emosional sehingga dukungan
emosional dari orang tua memegang peranan penting bagi kesehatan mental remaja.
Sayangnya banyak orang tua belum memiliki pemahaman memadai mengenai bentuk
dukungan yang tepat sehingga kampanye sosial seperti #REALTALK hadir sebagai media
komunikasi untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya kesehatan mental
remaja. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana konten media kampanye
#REALTALK membangun pesan dan persuasi mengenai kesehatan mental remaja yang
ditujukan kepada orang tua serta bagaimana orang tua mempersepsi pesan dan persuasi
tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten kualitatif
terhadap sebelas konten kampanye #REALTALK (K1-K11) dari akun Instagram
@momsweetmoms dan @riliv, dipadukan dengan wawancara semi-terstruktur berteknik
elisitasi foto kepada empat orang tua (Generasi X) yang dipilih secara purposive
sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten membangun pesan melalui
perpaduan elemen visual (warna, ilustrasi, tipografi, tata letak) dan verbal (headline, body
copy, tagline, call to action) dengan pesan inti bahwa kesehatan mental remaja berkaitan
erat dengan kualitas relasi dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Strategi
persuasi yang digunakan meliputi pertentangan respons yang dianjurkan dan dihindari,
validasi emosi, ajakan refleksi diri, metafora visual, pembangunan kredibilitas, serta tone
empatik suportif. Persepsi orang tua terhadap pesan tersebut bersifat personal dan
beragam. Keberhasilan persuasi ditentukan oleh sejauh mana orang tua mengenali dirinya
dalam konten dengan pemaparan dampak negatif pada anak sebagai pengungkit persuasi
paling kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya persuasi pesan kampanye
kesehatan mental tidak cukup bertumpu pada kekuatan konstruksi visual dan verbal
semata melainkan juga pada kemampuannya membuat audiens mengenali dirinya dan
merasa disapa secara langsung.
Perpustakaan Digital ITB