digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK RANA AMANI DESENALDO
PUBLIC Open In Flipbook Dwi Ary Fuziastuti

Actuaries Climate Index (ACI) dibuat untuk menyajikan indikator objektif dari kejadian cuaca ekstrem di Amerika Serikat dan Kanada. Terdapat enam komponen yang dilibatkan dalam perhitungan ACI yaitu suhu tinggi, suhu rendah, curah hujan atau hari hujan, kekeringan atau hari tidak hujan, ketinggian air laut, serta kecepatan angin. Akan tetapi, ACI baru sebatas menggambarkan kondisi cuaca tanpa melihat kerusakan properti yang disebabkan oleh kondisi cuaca pada waktu tertentu, sehingga pertanyaan ini dijawab melalui Actuaries Climate Risk Index (ACRI). Penaksiran risiko dengan mengimplikasikan informasi iklim yang ada di Indonesia menggunakan metode dan asumsi aktuaria merupakan isu yang berpotensi, sehingga dihitunglah ACRI di Indonesia pada penelitian ini dengan menggunakan data cuaca dan data kegagalan panen sebagai faktor risikonya. Data yang digunakan merupakan data 34 provinsi di seluruh Indonesia pada tahun 2000-2015. Dengan menggunakan Regresi Data Panel Model Fixed Effects, diperoleh model prediksi ACRI yang kemudian dikelompokkan menjadi lima kelompok risiko: Tinggi, Cukup Tinggi, Sedang, Cukup Rendah, dan Rendah. Besar premi maksimum untuk masing-masing kelompok risiko ini adalah berturut-turut berkisar pada 816 sampai 881 ribu rupiah, 1,057 sampai 1,320 juta rupiah, 867 sampai 967 ribu rupiah, 735 sampai 915 ribu rupiah, dan 552 sampai 620 ribu rupiah.