digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana, dan kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana kerap menghambat distribusi logistik serta evakuasi korban di wilayah terdampak. Kendaraan bertonase besar sering tidak mampu melintasi jalan yang rusak atau terputus, sehingga mobilisasi peralatan dan kebutuhan logistik menjadi terhambat. Perancangan ini bertujuan menghasilkan troli dual-mode yang dapat dioperasikan secara manual pada medan sempit dan terjal serta dapat ditarik sepeda motor ketika jalur masih memungkinkan, guna mendukung mobilitas logistik tim SAR, BPBD, dan lembaga terkait di wilayah berinfrastruktur terbatas. Perancangan menggunakan proses berpikir desain dengan metode kualitatif melalui studi literatur, wawancara, dengan narasumber dari Wanadri dan BASARNAS sebagai triangulasi data. Kajian lapangan menunjukkan distribusi logistik berada di bawah klaster Logistik pada fase tanggap darurat dan pasca bencana, dengan sepeda motor sebagai moda yang realistis untuk medan terbatas serta muatan yang beragam pada medan berbatu, berlumpur, dan jalan setapak. Berdasarkan temuan tersebut, perancangan mempertimbangkan regulasi kereta tambahan kendaraan roda dua, data antropometri pengguna Indonesia, serta sistem suspensi pasif kombinasi pegas koil dan peredam kejut. Hasil rancangan berupa troli dual-mode dengan rangka besi berongga, roda pneumatik, suspensi dan sambungan hitch and coupler ke sepeda motor, yang kemudian diwujudkan menjadi prototipe. Uji coba prototipe menunjukkan konsep dual-mode dapat diterapkan, dengan catatan perbaikan pada dimensi, bobot, dan kelengkapan keselamatan untuk pengembangan selanjutnya.