digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

UMKM fesyen menghadapi tantangan dalam pengelolaan proses bisnis, seperti proses yang masih dijalankan secara informal, belum terdokumentasi, serta minimnya evaluasi dan perbaikan yang sistematis. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan pembelajaran setiap UMKM berbeda-beda sesuai dengan tahap perkembangan pengelolaan prosesnya, sehingga program pembelajaran yang bersifat umum kurang efektif memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pembelajaran yang penyesuaian kontennya didasarkan pada kondisi maturitas proses bisnis UMKM fesyen. Metodologi penelitian menggunakan kerangka ADDIE sebagai model pengembangan sistem pembelajaran. Tahap analysis mencakup pemetaan lingkup proses bisnis menggunakan Process Classification Framework (APQC) serta penyusunan instrumen pengukuran kapabilitas proses bisnis berdasarkan ISO/IEC 33020:2019. Level kapabilitas yang diperoleh dari pengukuran tersebut digunakan untuk merepresentasikan tahap maturitas masing-masing proses bisnis dan menjadi dasar identifikasi gap kebutuhan pembelajaran. Tahap design menyusun tujuan, aktivitas, media, urutan, dan struktur pembelajaran menggunakan taksonomi bloom, disesuaikan dengan gap atribut proses pada setiap level kapabilitas. Penerapan pengukuran pada tiga UMKM fesyen menunjukkan variasi kondisi kapabilitas pada UMKM 1 secara umum berada pada level 0–1, UMKM 2 pada level 1–2, dan UMKM 3 pada level 0–2, yang menghasilkan kebutuhan pembelajaran berbeda pada setiap UMKM. Berdasarkan hasil Analytic Hierarchy Process (AHP), kategori pemasaran dan penjualan memperoleh prioritas tertinggi (17,2%) dan digunakan sebagai ruang lingkup pengembangan prototipe. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) dengan pendekatan Massive Open Online Course (MOOC), yang menyediakan struktur pembelajaran berbeda sesuai dengan kondisi kapabilitas setiap proses bisnis. Penelitian ini berkontribusi dengan menghubungkan hasil pengukuran kapabilitas proses bisnis dengan kebutuhan pembelajaran secara sistematis untuk mendukung perkembangan maturitas proses bisnis UMKM fesyen. Penelitian ini masih terbatas pada tahap perancangan prototipe dan belum evaluasi dampak pembelajaran terhadap peningkatan maturitas proses bisnis secara langsung.