UMKM fesyen menghadapi tantangan dalam pengelolaan proses bisnis, seperti
proses yang masih dijalankan secara informal, belum terdokumentasi, serta
minimnya evaluasi dan perbaikan yang sistematis. Kondisi ini menyebabkan
kebutuhan pembelajaran setiap UMKM berbeda-beda sesuai dengan tahap
perkembangan pengelolaan prosesnya, sehingga program pembelajaran yang
bersifat umum kurang efektif memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini
bertujuan merancang sistem pembelajaran yang penyesuaian kontennya didasarkan
pada kondisi maturitas proses bisnis UMKM fesyen. Metodologi penelitian
menggunakan kerangka ADDIE sebagai model pengembangan sistem
pembelajaran. Tahap analysis mencakup pemetaan lingkup proses bisnis
menggunakan Process Classification Framework (APQC) serta penyusunan
instrumen pengukuran kapabilitas proses bisnis berdasarkan ISO/IEC 33020:2019.
Level kapabilitas yang diperoleh dari pengukuran tersebut digunakan untuk
merepresentasikan tahap maturitas masing-masing proses bisnis dan menjadi dasar
identifikasi gap kebutuhan pembelajaran. Tahap design menyusun tujuan, aktivitas,
media, urutan, dan struktur pembelajaran menggunakan taksonomi bloom,
disesuaikan dengan gap atribut proses pada setiap level kapabilitas.
Penerapan pengukuran pada tiga UMKM fesyen menunjukkan variasi kondisi
kapabilitas pada UMKM 1 secara umum berada pada level 0–1, UMKM 2 pada
level 1–2, dan UMKM 3 pada level 0–2, yang menghasilkan kebutuhan
pembelajaran berbeda pada setiap UMKM. Berdasarkan hasil Analytic Hierarchy
Process (AHP), kategori pemasaran dan penjualan memperoleh prioritas tertinggi
(17,2%) dan digunakan sebagai ruang lingkup pengembangan prototipe. Penelitian
ini menghasilkan prototipe sistem pembelajaran berbasis Learning Management
System (LMS) dengan pendekatan Massive Open Online Course (MOOC), yang
menyediakan struktur pembelajaran berbeda sesuai dengan kondisi kapabilitas
setiap proses bisnis. Penelitian ini berkontribusi dengan menghubungkan hasil
pengukuran kapabilitas proses bisnis dengan kebutuhan pembelajaran secara
sistematis untuk mendukung perkembangan maturitas proses bisnis UMKM fesyen.
Penelitian ini masih terbatas pada tahap perancangan prototipe dan belum evaluasi
dampak pembelajaran terhadap peningkatan maturitas proses bisnis secara
langsung.
Perpustakaan Digital ITB