Abstrak - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB VI - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Alisha Defya Putri
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Sektor industri kuliner memiliki potensi yang sangat menjanjikan dan menjadi peluang besar, terutama di Kota Bandung, di mana jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara terus meningkat dengan persentase 16% dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan sektor ini juga menimbulkan berbagai permasalahan baru, khususnya terkait sampah. Hingga saat ini, belum ada langkah signifikan dari pemerintah dalam menangani limbah yang dihasilkan oleh industri kuliner di Kota Bandung. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dari dampak sampah masih tergolong rendah, sehingga permasalahan ini terus berlanjut (Kompasiana,2022).
Perancangan tugas akhir ini berfokus pada pusat kuliner yang terintegrasi dengan pusat pengolahan sampah dengan pendekatan ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan limbah dalam industri kuliner. Kriteria dan konsep perancangan dalam penelitian ini didasarkan pada peraturan pemerintah yang mewajibkan pelaku usaha kuliner untuk mengelola sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat Kota Bandung akan fasilitas yang mendukung pengelolaan limbah bagi pelaku usaha kuliner. Pendekatan yang digunakan mencakup penerapan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan furnitur yang mendukung kriteria & konsep perancangan tersebut, serta pemanfaatan material ramah lingkungan yang tahan lama.
Perpustakaan Digital ITB