Magna Padma adalah sebuah brand asal kota Bandung yang bergerak di bidang
kerajinan tangan sejak Mei 2015. Brand tersebut menggunakan motif tradisional
Indonesia sebagai inspirasi untuk desain motif kontemporer yang diaplikasikan
secara manual terhadap produk aksesoris fesyen seperti tas dan dompet. Berdasarkan
laporan keuangan Magna Padma sejak didirikan, brand tersebut mengalami
penurunan keuntungan secara terus menerus. Dari data konsumen pun diketahui
rentang usia wanita yang tertarik untuk membeli produk Magna Padma adalah 40
tahun ke atas, sementara Magna Padma sendiri mengincar target market berusia 18
hingga 30 tahun. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui mengapa hal tersebut
terjadi, dan bagaimana cara penyelesaiannya dilihat dari sisi product development
berdasarkan gaya green lifestyle.
Penelitian dimulai dengan melakukan analisis pada lingkungan eksternal dan
internal. Metode yang dilakukan adalah kuantitatif dan STP untuk analisis eksternal
dan BMC untuk analisis internal. Dari data analisis tersebut digabungkan untuk
melakukan analisis SWOT. Dari analisis SWOT dapat ditarik kesimpulan bahwa
kelemahan Magna Padma terletak pada tingginya harga produksi dan kurangnya
inovasi. Penelitian memfokuskan pada perbaikan kompetensi yang dimiliki oleh
produk, sehingga dibuat usulan mengenai pengembangan produk baru berdasarkan
konsep desain untuk lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Magna Padma harus merubah pilihan material
serta memaksimalkan efektivitas desain demi menekan harga produksi. Material
yang dipilih serta proses produksi pun harus mengacu kepada basis ramah
lingkungan. Dengan mengimplementasikan konsep ramah lingkungan pun Magna
Padma dapat melakukan inovasi baru untuk produk-produknya.
Perpustakaan Digital ITB