Tenaga kependidikan dan dosen adalah komponen yang menentukan keberhasilan
penyelenggaraan kependidikan dan menghasilkan mutu lulusan perguruan tinggi
yang baik. Maka dari itu, perencanaan pegawai di ITB merupakan hal penting, salah
satunya di Unit Kerja Pendukung (UKP). Direktorat Sumber Daya Manusia
(DSDM) mengalami kesulitan untuk menentukan kebutuhan pegawai karena belum
memiliki kebijakan perencanaan pegawai. Kebijakan perencanaan pegawai perlu
mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah beban kerja. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis beban kerja sehingga dapat memetakan usulan
perencanaan kebutuhan pegawai di Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat
Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi
Umum ITB. Keempat direktorat tersebut terpilih karena perbedaan karakteristik
pekerjaan dan tantangan yang dihadapi.
Penelitian menggunakan metode pengukuran waktu kerja langsung (direct time
study) melalui work sampling yang divalidasi dengan pencatatan aktivitas melalui
logbook dan Focus Group Discussion (FGD). Pengamatan dilakukan secara acak
selama jam kerja operasional untuk memperoleh proporsi aktivitas produktif dan
nonproduktif. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragamannya dan
disesuaikan menggunakan faktor performance rating, allowance, indeks lembur,
serta fluktuasi beban kerja tahunan. Selanjutnya, kebutuhan pegawai dihitung
berdasarkan beban kerja pada masing-masing seksi maupun subdirektorat.
Identifikasi beban kerja dilakukan pada 24 seksi atau subdirektorat yang tersebar di
4 UKP. Sebanyak 18 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja (BK) normal, 5
seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja underload, dan 1 seksi atau
subdirektorat memiliki beban kerja overload. Penelitian ini menghasilkan 8 seksi
atau subdirektorat dengan skenario tidak lembur (0,9 < BK ? 1) dan 6 seksi atau
subdirektorat dengan skenario lembur (1 < BK ? 1,26) yang mendominasi.
Sebanyak 10 seksi atau subdirektorat tidak menghasilkan skenario yang
mendominasi sehingga terdapat skenario tidak lembur atau lembur yang dapat
diusulkan. Usulan kebutuhan pegawai yang dirancang mempertimbangkan target
beban kerja dan kondisi operasional organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan
redistribusi pekerjaan, penerapan cross functioning pada periode sibuk, serta
pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pengelolaan sumber daya manusia.
Perpustakaan Digital ITB