digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Layanan Crisis Management PT Sonar Analitika Indonesia saat ini bergantung pada mekanisme alert generik bervolume tinggi yang membutuhkan triase manual secara ekstensif, menciptakan kendala kapasitas yang mengikat pertumbuhan klien secara langsung terhadap jumlah tenaga analis dan membuat perusahaan belum memiliki penawaran komersial bertingkat yang terdiferensiasi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi business case untuk memposisikan ulang kapabilitas crisis-ready alert perusahaan, yang secara internal dikenal sebagai Smart Alert, menjadi penawaran layanan bertingkat yang terdiri dari paket Standard, Premium, dan High-Sensitivity, masing-masing dipetakan ke profil risiko dan kebutuhan pemantauan klien yang berbeda. Menggunakan simulasi backtesting pada episode krisis historis dan survei praktisi mengenai faktor pendorong adopsi serta preferensi performa, penelitian ini mengukur trade-off antara performa deteksi dan biaya operasional pada sembilan konfigurasi alert, serta mengintegrasikan temuan tersebut menggunakan Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan analisis Pareto frontier untuk merekomendasikan struktur paket yang menyeimbangkan performa, biaya, dan kesesuaian segmen klien. Selain rekomendasi paket, penelitian ini mengusulkan rencana implementasi yang mencakup roadmap peluncuran bertahap, pembagian tanggung jawab lintas departemen, dan kerangka key performance indicator pasca-peluncuran yang membedakan komitmen layanan kontraktual dari target tata kelola kualitas internal. Temuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen terkait pengemasan komersial, penetapan harga, dan kesiapan organisasi untuk menskalakan lini layanan Crisis Management, sekaligus memberikan kontribusi metodologis dalam menerjemahkan evaluasi teknis berbasis simulasi menjadi strategi produk dan implementasi yang siap bisnis.