digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Rido Finovalda Daud
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan prioritas PLN Group dalam mewujudkan target energi baru terbarukan sebesar 20,9 GW pada tahun 2030. Namun, evaluasi kelayakan finansial proyek PLTS di PLN Group selama ini mengandalkan pendekatan deterministik berbasis discounted cash flow (DCF) yang berpotensi menghasilkan overvaluation profitabilitas proyek. Penelitian ini merancang model finansial dengan analisis risiko berbasis Monte Carlo untuk mendukung pengambilan keputusan investasi proyek PLTS di PLN Group, dengan studi kasus PLTS Terapung 100 MW Jawa Timur. Model dirancang dalam satu workbook Microsoft Excel yang mengintegrasikan model skema project financing, model finansial deterministik, serta model analisis risiko berbasis Monte Carlo menggunakan Add-Ins XLRisk dengan variabel stokastik global horizontal irradiation berdistribusi empiris dan capital expenditure berdistribusi PERT ±10%. Model dijalankan 10.000 iterasi dengan nilai median kemungkinan (P50) sebagai basis keputusan dan P90 sebagai estimasi risiko konservatif. Hasil penerapan model pada studi kasus membuktikan adanya overvaluation pada model deterministik dengan equity IRR PLN 10,78% dan equity NPV PLN 3.079.190 dolar AS. Angka ini turun menjadi 7,58% dan 186.137 dolar AS pada nilai median (P50) Monte Carlo. Pada P90, ditemukan risiko kemungkinan sebesar 10% proyek menghasilkan equity IRR PLN -3,99% dan average debt service coverage ratio (DSCR) sebesar 0,81 di bawah ambang minimum bankability. Analisis delapan skenario intervensi strategis mengidentifikasi bahwa kombinasi direct procurement modul surya, asumsi produksi listrik ke hasil median (P50) simulasi, dan penambahan pendapatan carbon credit menghasilkan performa terbaik dengan P50 untuk equity IRR PLN 13,13%, equity NPV PLN 5.489.414 dolar AS, dan average DSCR 1,35. Model telah diverifikasi secara matematis dan divalidasi oleh PT PLN (Persero) Kantor Pusat dan PT PLN Nusantara Renewables sebagai alat pendukung keputusan investasi yang andal.