Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan merupakan tantangan signifikan
bagi daerah terpencil di Indonesia, termasuk Pulau Simeulue, yang masih
bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Penelitian ini
mengusulkan sistem energi hibrida yang mengintegrasikan energi terbarukan
berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan energi konvensional
melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), guna memastikan pasokan
listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan
perangkat lunak HOMER Pro, PVSyst untuk optimasi teknis dan ekonomi. Hasil
simulasi menunjukkan bahwa sistem energi hibrida yang terdiri dari PLTS
berkapasitas 12.344 kWp, PLTD 5.931 kW, dan baterai 3,51 MWh dengan bauran
energi terbarukan sebesar 31,5% mampu menghasilkan energi tahunan sebesar
43.343.491 kWh. Sistem ini terbukti efisien dalam memenuhi kebutuhan energi
masyarakat dan memiliki stabilitas yang baik. Simulasi dilakukan dengan HOMER
Pro dengan menggunakan 4 skema, menunjukkan bahwa skema dengan PLTDPLTS-
Inverter-Baterai merupakan skema terbaik yang memiliki investasi awal
sebesar Rp 278.252.551.179 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 3.001,02 per
kWh, yang lebih rendah dibandingkan dengan skema PLTD yang memiliki LCOE
Rp3.524 per kWh dan juga lebih rendah dibandingkan dengan konfigurasi sistem
lainnya. Selain itu, penerapan konfigurasi PLTD-PLTS-Inverter-Baterai berbahan
bakar biodiesel ini berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 32,75%, dari 37.573.676
kg/tahun menjadi 25.266.545 kg/tahun. Implementasi sistem energi hibrida dengan
proporsi energi terbarukan sebesar 31,5%. Simulasi dengan PVSyst untuk skema
ini dibutuhkan jumlah modul PV dengan kapasitas 500 Wp sebanyak 24.684 unit
dan Inverter 100 kW 95 unit. Secara keseluruhan, studi ini dianggap layak untuk
diimplementasikan di daerah Pulau Simeulue.
Perpustakaan Digital ITB