digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Malfian Distantio
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan merupakan tantangan signifikan bagi daerah terpencil di Indonesia, termasuk Pulau Simeulue, yang masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Penelitian ini mengusulkan sistem energi hibrida yang mengintegrasikan energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan energi konvensional melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), guna memastikan pasokan listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro, PVSyst untuk optimasi teknis dan ekonomi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem energi hibrida yang terdiri dari PLTS berkapasitas 12.344 kWp, PLTD 5.931 kW, dan baterai 3,51 MWh dengan bauran energi terbarukan sebesar 31,5% mampu menghasilkan energi tahunan sebesar 43.343.491 kWh. Sistem ini terbukti efisien dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memiliki stabilitas yang baik. Simulasi dilakukan dengan HOMER Pro dengan menggunakan 4 skema, menunjukkan bahwa skema dengan PLTDPLTS- Inverter-Baterai merupakan skema terbaik yang memiliki investasi awal sebesar Rp 278.252.551.179 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 3.001,02 per kWh, yang lebih rendah dibandingkan dengan skema PLTD yang memiliki LCOE Rp3.524 per kWh dan juga lebih rendah dibandingkan dengan konfigurasi sistem lainnya. Selain itu, penerapan konfigurasi PLTD-PLTS-Inverter-Baterai berbahan bakar biodiesel ini berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 32,75%, dari 37.573.676 kg/tahun menjadi 25.266.545 kg/tahun. Implementasi sistem energi hibrida dengan proporsi energi terbarukan sebesar 31,5%. Simulasi dengan PVSyst untuk skema ini dibutuhkan jumlah modul PV dengan kapasitas 500 Wp sebanyak 24.684 unit dan Inverter 100 kW 95 unit. Secara keseluruhan, studi ini dianggap layak untuk diimplementasikan di daerah Pulau Simeulue.