digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - NADYA ALIYAZAHRA MUHADA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda merupakan infrastruktur alami yang menjaga kualitas dan kontinuitas air baku bagi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandung. Di sisi hilir, tingginya Non-Revenue Water (NRW) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pakar menurunkan volume air tertagih dan berpotensi menekan kinerja finansial Perumda Tirta Wening. Penelitian ini bertujuan: (1) memetakan keterkaitan spasial hulu–hilir melalui Daerah Tangkap Air (DTA) Tahura dan Daerah Pelayanan Air (DPA) Perumda; (2) mengidentifikasi mekanisme kelembagaan kompensasi pemanfaatan air baku; dan (3) menilai kelayakan finansial program penurunan NRW dan peningkatan pelayanan IPA Pakar. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk delineasi DTA-DPA, analisis deskriptif untuk kelembagaan, analisis kelayakan finansial menggunakan NPV, IRR, BCR, dan Payback Period pada horizon 15 tahun (t0 2025; t1-t15 2026-2040) dengan social discount rate 7% dan analisis sensitivitas pada parameter kunci. Investasi yang dianalisis mencakup pembentukan DMA, pengembangan jaringan, smart water meter, dan pengendalian NRW dengan total CAPEX Rp224.956.514.036. Hasil menunjukkan proyek layak pada skenario dasar dengan NPV Rp38.137.783.635, IRR 8,61%, BCR 1,03, dan payback 9 tahun, namun memiliki margin of safety yang sempit dan sensitif terhadap pencapaian target NRW. Secara kelembagaan, mekanisme moneter utama adalah pembayaran BJPSDA kepada Perum Jasa Tirta II, sedangkan dukungan terhadap Tahura bersifat programatik non-finansial. Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi penurunan NRW berbasis tahapan, pengendalian OPEX, serta penguatan tata kelola hulu-hilir untuk menjaga keandalan layanan dan keberlanjutan finansial utilitas.