Abstrak - NADYA ALIYAZAHRA MUHADA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda merupakan infrastruktur alami yang
menjaga kualitas dan kontinuitas air baku bagi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota
Bandung. Di sisi hilir, tingginya Non-Revenue Water (NRW) di Instalasi Pengolahan Air (IPA)
Pakar menurunkan volume air tertagih dan berpotensi menekan kinerja finansial Perumda Tirta
Wening. Penelitian ini bertujuan: (1) memetakan keterkaitan spasial hulu–hilir melalui Daerah
Tangkap Air (DTA) Tahura dan Daerah Pelayanan Air (DPA) Perumda; (2) mengidentifikasi
mekanisme kelembagaan kompensasi pemanfaatan air baku; dan (3) menilai kelayakan
finansial program penurunan NRW dan peningkatan pelayanan IPA Pakar. Metode yang
digunakan meliputi analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk delineasi
DTA-DPA, analisis deskriptif untuk kelembagaan, analisis kelayakan finansial menggunakan
NPV, IRR, BCR, dan Payback Period pada horizon 15 tahun (t0 2025; t1-t15 2026-2040) dengan
social discount rate 7% dan analisis sensitivitas pada parameter kunci. Investasi yang dianalisis
mencakup pembentukan DMA, pengembangan jaringan, smart water meter, dan pengendalian
NRW dengan total CAPEX Rp224.956.514.036. Hasil menunjukkan proyek layak pada
skenario dasar dengan NPV Rp38.137.783.635, IRR 8,61%, BCR 1,03, dan payback 9 tahun,
namun memiliki margin of safety yang sempit dan sensitif terhadap pencapaian target NRW.
Secara kelembagaan, mekanisme moneter utama adalah pembayaran BJPSDA kepada Perum
Jasa Tirta II, sedangkan dukungan terhadap Tahura bersifat programatik non-finansial.
Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi penurunan NRW berbasis tahapan,
pengendalian OPEX, serta penguatan tata kelola hulu-hilir untuk menjaga keandalan layanan
dan keberlanjutan finansial utilitas.
Perpustakaan Digital ITB