digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan finansial pembangunan pabrik Autoclaved Aerated Concrete (AAC) tipe greenfield di Muara Badak, Kalimantan Timur, oleh PT Anto Jaya Manufaktur. Proyek ini didukung oleh kondisi backlog perumahan struktural, pertumbuhan kredit properti yang berkelanjutan, serta agenda pembangunan jangka panjang terkait Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, struktur pendanaan yang direncanakan bersifat leveraged dengan komposisi 80% utang, sehingga meningkatkan risiko finansial. Analisis dilakukan menggunakan model keuangan terintegrasi selama 10 tahun yang mencakup proyeksi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Evaluasi investasi menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Profitability Index (PI), serta Equity IRR, dengan tingkat diskonto berdasarkan Weighted Average Cost of Capital (WACC). Analisis risiko dilakukan melalui uji sensitivitas dan simulasi Monte Carlo. Hasil menunjukkan bahwa dalam skenario dasar, proyek layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp 104,86 miliar dan IRR 20,69%, lebih tinggi dari WACC sebesar 10,06%. Nilai PI sebesar 1,58 dan Payback Period 5,3 tahun (6,8 tahun secara diskonto) menunjukkan penciptaan nilai yang memadai. Equity IRR mencapai 52,84%, dengan rasio DSCR di atas 1,0x dan LLCR di atas 1,5x. Meskipun leverage meningkatkan imbal hasil pemegang saham, analisis risiko menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan pendapatan dan biaya, dengan probabilitas NPV positif sebesar 69,4%. Oleh karena itu, pengendalian biaya dan stabilitas utilisasi menjadi kunci keberlanjutan finansial proyek.